RANS Milik Raffi Ahmad-Nagita Resmi Debut di BEI, Saham ARA 34,12%
Emiten industri hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), resmi mencatatkan saham perdananya lewat aksi initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7). Perseroan itu menjadi emiten ketujuh yang melantai di pasar modal RI sepanjang tahun ini.
Pada debut perdananya, saham RANS dibuka melesat 34,12% hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) ke level Rp 228 dari harga penawaran. Volume perdagangan saham RANS tercatat mencapai 7.683 dengan nilai transaksi Rp 175,17 juta. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.580 kali.
ARA merupakan batas kenaikan harga saham tertinggi yang diperbolehkan dalam satu hari perdagangan. Saat saham menyentuh ARA, sistem akan secara otomatis menolak pesanan untuk membeli atau menjual efek.
Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Perseroan mematok harga penawaran dengan kisaran Rp 135-170 per saham.
Dari kisaran itu, RANS menetapkan harga teratas untuk IPO, yaitu Rp 170 per saham. Dengan harga tersebut, RANS diproyeksikan menghimpun dana segar mencapai Rp 429,25 miliar. Kemudian perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia (LG) sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker mengatakan, tantangan industri hiburan adalah bagaimana kreativitas dapat berkembang secara intelektual, dikelola dengan profesional dan menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan,” kata Nagita dalam seremoni IPO RANS di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/7).
Sementara itu, sebagai pendiri, Raffi Ahmad mengatakan, aksi IPO ini menjadi titik awal perjalanan RANS. Dengan menjadi perusahaan publik, RANS memilih untuk tumbuh, transparan dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham.
“Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Raffi.
Sebagian Dana IPO untuk Bayar Utang
Apabila membaca langkah perseroan seusai IPO, RANS berencana menggunakan dana segar itu untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian dana, yakni sekitar 6,98% akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Selain itu, sekitar 18,64% dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland yang menjadi salah satu proyek pengembangan bisnis. Porsi terbesar lainnya, yakni sekitar 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.
Di sisi lain, sekitar 8,15% dana IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI). Kemudian, sekitar 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina).
Adapun sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak RNS demi mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan bisnis perusahaan.
Kinerja Keuangan RANS
Di balik rencana aksi korporasi itu, investor juga perlu mencermati kondisi operasional sejumlah entitas anak usaha perseroan. Berdasarkan prospektus, terdapat tujuh anak usaha RANS hingga saat ini tercatat tidak beroperasi.
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari restoran, penyelenggara acara (event organizer), klub olahraga digital, taman rekreasi dan konservasi, hingga jasa dan perdagangan. Di antaranya yaitu PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Olahraga Digital, PT Rans Karnaval Internasional, PT Rans Karnaval Indonesia, PT Rans Boga Indonesia (RBI), PT Manusia Masa Depan, dan PT Rans Surya Aktivasi. Sebagian besar didirikan pada periode 2021–2022.
Seiring dengan rencana IPO, kinerja keuangan RANS Entertainment Indonesia justru merosot sepanjang 2025. Pendapatan perseroan anjlok 13,91% secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar, dari Rp 410,49 miliar pada 2024.
Penurunan tersebut dipicu menurunnya pendapatan dari segmen brand ambassador dan talent management yang anjlok 51,55% menjadi Rp 51,92 miliar. Selain itu, pendapatan dari penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp 107 miliar.
Perseroan juga tidak lagi memperoleh kontribusi dari segmen olahraga setelah melepas anak usaha PT Rans Prestisius Klub Sepakbola pada 2024.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba bersih RANS ikut merosot 41,6% menjadi Rp 56,68 miliar pada 2025, dari Rp 97,07 miliar pada tahun sebelumnya.
Perseroan menjelaskan penurunan laba tersebut dipengaruhi oleh tingginya basis perbandingan pada 2024 yang ditopang keuntungan nonberulang (non-recurring) sebesar Rp 44,94 miliar dari pelepasan entitas anak. Pada periode yang sama, perusahaan juga membukukan rugi dari operasi yang dihentikan sebesar Rp 10,46 miliar.
