Boy Thohir: Dukungan Pemerintah Dibutuhkan untuk Pulihkan Kepercayaan Investor
Konglomerat Garibaldi Thohir atau Boy Thohir menilai fundamental emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih baik. Menurut dia, dukungan pemerintah kepada pasar modal akan menjadi faktor penting untuk menjaga sekaligus memulihkan kepercayaan investor.
Hal itu disampaikan Boy seusai menghadiri seremoni penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perusahaan hiburan milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/7).
Boy hadir sebagai pengendali PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) yang bertindak sebagai penjamin emisi efek dalam IPO RANS. Menurut Boy, kondisi fundamental perusahaan-perusahaan publik, termasuk yang berada dalam grup usahanya, masih berada dalam kondisi baik.
"Menurut saya enggak ada yang mengkhawatirkan. Jadi saya optimistis sekali. Tinggal memang menurut saya tinggal persepsi aja," katanya.
Dia menilai banyak emiten di BEI memiliki kinerja yang baik. Tantangannya kini adalah bagaimana perusahaan dapat mengomunikasikan kondisi tersebut kepada para investor, terutama investor ritel.
"Fundamental dari perusahaan-perusahaan yang ada di bursa itu cukup baik gitu. Jadi saya optimistis sekali, karena memang basic-nya ya kalau fundamentalnya bagus kan, insyaallah, mungkin mustinya sahamnya bagus," ujarnya.
Boy mengakui kepercayaan investor masih perlu diperkuat, terutama setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 31,44% sepanjang tahun ini. Menurut dia, dukungan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan terbuka menjadi salah satu faktor yang dapat membantu memulihkan sentimen pasar.
"So far tentunya dukungan dari pemerintah juga sangat positif. Cuma ya kalau bisa lebih, lebih bagus lagi gitu," katanya.
Boy pun merasa yakin pasar saham Indonesia masih memiliki prospek jangka panjang yang baik. Ia menilai perekonomian Indonesia tetap kompetitif dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.
RANS resmi IPO di BEI pada Jumat (10/7) pagi. Perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad itu menjadi emiten ketujuh yang melantai di pasar modal nasional sepanjang 2026 ini.
Pada debut perdananya, saham RANS dibuka melesat 34,12% ke level Rp 228 dari harga penawaran. Volume perdagangan saham RANS tercatat mencapai 7.683 dengan nilai transaksi Rp 175,17 juta. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.580 kali.
Dalam aksi IPO ini, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Perseroan mematok harga penawaran dengan kisaran Rp 135-170 per saham.
