Komisaris Serok 3,14 Juta Saham AMMN, Nilai Tembus Rp 12,26 Miliar
Komisaris PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Alexander Ramlie, menambah kepemilikan sahamnya di emiten tambang tembaga dan emas itu. Aksi tersebut dia lakukan lewat serangkaian transaksi pembelian pada perdagangan akhir pekan lalu.
Dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7), Alexander diketahui membeli total 3.138.500 saham AMMN melalui empat transaksi terpisah. Seluruh transaksi dilakukan dengan status kepemilikan langsung.
"Transksi ini bertujuan untuk investasi pribadi," ungkap Alexander dalam laporan tersebut.
Perincian transaksi menunjukkan, Alex membeli 203.800 saham di harga Rp 3.890 per unit, 1.280.600 saham di harga Rp 3.930 per unit, 269.000 saham di harga Rp 3.920 per unit, serta 1.385.100 saham pada harga Rp 3.900 per unit. Seluruh transaksi itu berlangsung pada hari atau tanggal yang sama, yakni Jumat (17/7).
Jika dihitung berdasarkan harga transaksi, nilai keseluruhan pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp 12,26 miliar. Nilai terbesar berasal dari pembelian 1.385.100 saham pada harga Rp 3.900 per saham atau sekitar Rp 5,40 miliar.
Pascatransaksi tersebut, kepemilikan saham Alexander Ramlie naik dari 185.777.760 saham menjadi 188.916.260 saham. Seiring dengan itu, porsi hak suara yang dia miliki juga naik dari 0,256% menjadi 0,261%.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Alexander juga menegaskan bahwa tidak terdapat perubahan status pengendalian perusahaan maupun indikasi bahwa transaksi tersebut bertujuan mempertahankan pengendalian atas perseroan.
AMMN Kebut Bisnis Katoda Tembaga
AMMN saat ini tengah mempercepat pengembangan bisnis hilirisasi tembaga melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Perseroan menargetkan produksi katoda tembaga mencapai 162.662 ton pada 2026, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi 79.848 ton pada 2025, seiring rampungnya peningkatan kapasitas smelter.
Selain itu, AMMN membidik produksi 16.119 kg emas, 45.439 kg perak, dan 572.036 ton asam sulfat tahun ini.
CEO AMMN, Rachmat Makassau mengatakan, sejak Juni 2026 perusahaan telah mampu mengolah seluruh produksi konsentrat tembaga dari Tambang Batu Hijau, sehingga seluruh hasil tambang tahun ini diyakini dapat terserap oleh smelter.
Di sisi hulu, AMNT terus menggenjot eksplorasi di Blok I Batu Hijau, Blok II Elang, dan Blok III Rinti di Sumbawa, dengan total belanja eksplorasi US$ 2,84 juta pada kuartal II 2026. Fokus eksplorasi berada pada potensi mineralisasi tembaga dan emas di prospek Katala serta pengembangan sumber daya di Elang dan Gerbang Timur.
Katoda tembaga yang dihasilkan akan menjadi bahan baku penting bagi industri kabel listrik, elektronik, motor listrik, kendaraan listrik, hingga energi terbarukan.
