Rencana Danantara Bangun Raksasa Manajer Investasi setelah Ambil Alih 4 MI BUMN

Karunia Putri
23 Juli 2026, 15:26
Ilustrasi Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia.
Danantara
Ilustrasi Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Industri manajer investasi nasional memasuki babak baru. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mengambil alih kendali empat perusahaan manajemen aset pelat merah, mulai pekan ini.

Dari keempat perusahaan manajer investasi yang berganti pengendali itu, tiga di antaranya berasal dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sedangkan satunya lagi dari BUMN pembiyaan ultramikro. Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana Danantara membentuk holding manajemen aset raksasa dengan dana kelolaan lebih dari Rp 170 triliun.

Pengambilalihan empat entitas itu dilakukan Danantara melalui entitas anaknya, PT Danantara Asset Management (DAM) . DAM resmi menandatangani share purchase agreement (SPA) atau perjanjian pembelian saham atas PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM) pada Rabu (22/7) kemarin.

Aksi korporasi tersebut menandai beralihnya pengendalian empat manajer investasi BUMN kepada DAM. Setelah proses merger rampung pada Agustus 2026, entitas hasil konsolidasi diproyeksikan menjadi perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia dalam ekosistem Danareksa yang berada di bawah DAM.

Langkah itu juga menjadi bagian dari program penyederhanaan (streamlining) yang dijalankan Danantara terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor jasa keuangan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan upaya membangun pemain nasional yang lebih kuat di industri manajemen investasi.

"Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan dan kapabilitas yang kuat," kata Dony dalam keterangan resmi, Kamis (23/7).

Menurut Dony, Danantara akan menyatukan kekuatan empat perusahaan tersebut melalui strategi dan tata kelola yang lebih terintegrasi agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Rencana Pendirian Raksasa Manajer Investasi RI di Bawah Danareksa

Setelah merger selesai, perusahaan hasil konsolidasi akan mengintegrasikan bisnis keempat manajer investasi. Strategi itu diarahkan untuk memperluas akses investasi bagi investor ritel maupun institusi sekaligus menghadirkan produk investasi yang lebih kompetitif.

Holding baru tersebut juga akan memanfaatkan jaringan distribusi bank-bank Himbara untuk memperluas penetrasi pasar, seiring pertumbuhan jumlah single investor identification (SID) pasar modal nasional yang telah melampaui 20 juta investor.

Di sisi lain, perusahaan akan memperkuat bisnis institusi melalui perluasan basis investor serta penyediaan solusi investasi yang lebih komprehensif bagi berbagai lembaga domestik.

Pascakonsolidasi, entitas hasil merger diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi sekaligus memperdalam pasar modal Indonesia melalui jaringan distribusi Himbara. Di samping itu, kehadiran raksasa manajemen aset itu juga diproyeksikan dapat memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui penggabungan keahlian investasi, inovasi produk, dan penguatan tata kelola.

Dari empat perusahaan yang bergabung, PT Mandiri Manajemen Investasi menjadi entitas terbesar. Hingga Juni 2026, perusahaan mengelola aset sebesar Rp 77,86 triliun secara konsolidasi dengan Mandiri Investment Singapore.

Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia mengatakan, konsolidasi itu menjadi fondasi untuk membangun institusi manajemen investasi nasional yang memiliki skala, kapabilitas dan tata kelola yang lebih kuat. Menurut dia, sinergi tersebut akan meningkatkan daya saing industri manajemen investasi Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan investor domestik maupun global.

"Kami melihat momentum yang sangat besar. Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia," ujar Hardiyanto.

Sementara itu, BRI Manajemen Investasi menyumbang dana kelolaan Rp 52,61 triliun hingga Juni 2026. Direktur Utama BRI MI, Arief Budiman, menilai merger tersebut akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi sekaligus memperdalam pasar modal Indonesia melalui jaringan distribusi Himbara.

Adapun BNI Asset Management memiliki aset kelolaan Rp 29,59 triliun. Di sisi lain, PNM Investment Management mengelola aset sebesar Rp 10,31 triliun. 

Kolaborasi tersebut tidak hanya memperbesar skala bisnis, tetapi juga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan investasi dan mendorong pertumbuhan pasar modal yang lebih berkelanjutan. Melalui proses integrasi yang dilakukan secara bertahap, Danantara menargetkan holding manajemen aset baru tersebut menjadi institusi MI nasional yang lebih kompetitif, memiliki tata kelola yang kuat, serta mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan pasar modal Indonesia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...