AKRA Bagikan Dividen Interim Rp 1 Triliun, Seperti Apa Pundi-Pundi Hartanya?
Emiten pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum BP AKR yakni PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan kenaikan laba 21,18% pada paruh pertama 2026 secara tahunan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,43 triliun dari Rp 1,18 secara tahunan atau year on year (yoy).
Selama enam bulan pertama tahun ini, pundi-pundi rupiah AKRA masih ditopang dari bisnis perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) mencapai Rp 28,02 triliun, melonjak sekitar 43,8% dibandingkan Rp 19,48 triliun secara yoy. Segmen ini menyumbang lebih dari 91% dari total pendapatan AKRA sebesar Rp 30,84 triliun. Jumlah itu naik 44% dari Rp 21,41 triliun yoy..
Menilik laporan keuangan semester pertama 2026 perseroan, sumber pertumbuhan AKRA semakin terdiversifikasi. Terlihat bisnis kawasan industri dan utilitas mencatat lonjakan paling tinggi secara persentase. Pendapatan dari penjualan lahan kawasan industri melesat menjadi Rp 1,28 triliun dari Rp 537,2 miliar secara yoy. Sementara pendapatan listrik dan utilitas naik menjadi Rp 426,5 miliar dari Rp 311,3 miliar.
Di sisi lain, bisnis jasa logistik tetap menjadi penopang pendapatan berulang (recurring income). Pendapatan segmen ini naik menjadi Rp 713,5 miliar dari Rp 689,6 miliar setahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh layanan operasi pelabuhan, transportasi dan penyimpanan.
Meski pendapatan masih didominasi bisnis distribusi BBM yang sensitif terhadap pergerakan harga minyak, model bisnis AKR menggunakan mekanisme pass-through. Artinya, perubahan harga minyak lebih banyak tercermin pada nilai penjualan dibanding margin keuntungan, sehingga profitabilitas perseroan relatif lebih terjaga di tengah volatilitas harga energi. Hal ini seiring harga minyak mentah yang memanas sepanjang tahun berjalan karena perang di Timur Tengah.
AKRA Bagikan Dividen Interim Rp 1 Triliun
Seiring dengan lonjakan pendapatan dan laba, perusahaan milik keluarga Adikoesoemo ini akan mengguyur para investornya dengan dividen interim jumbo Rp 1 triliun.
Setiap investor AKRA akan mengantongi Rp 50 per saham AKRA yang dimilikinya. Apabila terdapat perubahan jumlah saham yang barhak atas dividen pada recording date sehingga mempengaruhi total nilai dividen interim, perseroan akan menyampaikan pembaharuan kepada pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Konsistensi AKRA membagikan dividen kepada pemegang sahamnya terlihat dari historinya setiap tahun. Pada tahun buku 2025, perseroan membagikan dividen Rp 100 per saham, terdiri dari dividen interim Rp 50 dan dividen final Rp 50. Sementara itu, untuk tahun buku 2024 total dividen yang dibagikan juga senilai Rp 100 per saham yang juga dibagikan dalam dua tahap.
Jadwal pembagian dividen interim AKRA:
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 31 Juli 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 3 Agustus 2026
- Cum dividen pasar tunai: 4 Agustus 2026
- Ex dividen pasar tunai: 5 Agustus 2026
- Recording date: 4 Agustus 2026
- Pembayaran dividen: 14 Agustus 2026
Pada perdagangan sesi pertama hari ini, harga saham AKRA tumbuh 1,77% ke Rp 1.435 per saham, Jumat (24/7) di tengah harga saham sektor energi yang anjlok 2,65% secara sektoral. Saham AKRA diperdagangkan sebanyak 12,81 juta lot dengan valuasi mencapai Rp 18,35 miliar.
