GOTO Raup Laba Rp 607,49 Miliar hingga Semester I 2026

Nur Hana Putri Nabila
29 Juli 2026, 18:59
GOTO
GoTo
Logo GoTo (ilustrasi).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 607,49 miliar hingga semester pertama 2026. Torehan itu berbalik positif atau melonjak sekitar 204,7% secara tahunan atau year on year (YoY) dari rugi Rp 580,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan GOTO juga melonjak 28,4% YoY dari Rp 8,55 triliun menjadi Rp 10,9 triliun hingga Juni 2026. Secara terperinci, segmen on-demand services (Gojek) membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 464 miliar, meningkat 41% YoY, ditopang oleh pendapatan bersih yang mencapai R p3,6 triliun.

Jumlah pesanan yang diselesaikan tumbuh 3% YoY dan 8% secara kuartalan atau quarter on quarter (qoq). Sementara itu, nilai transaksi bruto (GTV) naik 2% YoY menjadi Rp 16,7 triliun. Perseroan menyatakan tetap memprioritaskan peningkatan margin menjelang penerapan aturan komisi 8% yang baru.

Di segmen delivery, margin meningkat menjadi 2,1% dari 1,8% pada periode yang sama tahun lalu. Adapun margin di segmen mobility naik menjadi 5,0% dari 3,0%.

GOTO menyebut pelanggan yang memiliki tingkat pengeluaran tinggi menjadi pendorong utama kinerja. Ini tercermin dari kenaikan jumlah pengguna dengan tingkat pengeluaran sangat tinggi sebesar 21% dibandingkan tahun lalu. 

Di sisi lain, investasi pada segmen pasar massal atau mass market mulai menunjukkan hasil. Seiring implementasi kebijakan komisi 8%, perseroan akan mengalihkan fokus ke produk yang lebih terjangkau dan memiliki frekuensi penggunaan tinggi.

Kemudian pada segmen fintech (GoPay), GOTO membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 481 miliar atau melonjak 447% secara tahunan. Pendapatan bersih juga meningkat 53% YoY menjadi lebih dari Rp 2,0 triliun.

Jumlah pengguna yang bertransaksi bulanan mencapai 28,8 juta, naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah transaksi tumbuh 91% YoY menjadi 2,4 miliar.

Nilai transaksi bruto (GTV) inti, di luar transaksi merchant payment gateway, juga melonjak 91% YoY menjadi Rp 157 triliun. Nilai buku pinjaman atau kredit mencatatkan Rp 11 triliun atau naik 58% dibandingkan tahun lalu.

Perseroan juga menyatakan kualitas portofolio pinjaman tetap terjaga, dengan tingkat tunggakan dan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang stabil.

Direktur Utama Grup GOTO, Hans Patuwo mengatakan, perseroan berhasil membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Pada saat yang sama, EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan untuk pertama kalinya melampaui Rp 1 triliun.

“Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis on-demand services untuk pertama kalinya,” tulis Hans dalam keterangannya, dikutip Rabu (29/7). 

Dia menuturkan, sejak 1 Juli 2026 GOTO mulai menerapkan struktur komisi baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026. Kebijakan itu berlaku untuk layanan transportasi roda dua Gojek yang menyumbang sekitar 7% terhadap pendapatan bersih grup.

Menurutnya, dampak penerapan struktur komisi baru itu akan mulai tercermin pada laporan keuangan kuartal III 2026. Kendati demikian, setelah satu bulan implementasi, kondisi bisnis GOTO tetap stabil.

GOTO tetap mempertahankan panduan EBITDA Grup yang disesuaikan untuk sepanjang 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Perseroan memperkirakan kontribusi dari bisnis on-demand services akan berkurang, sementara bisnis fintech akan berkontribusi yang lebih besar.

“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya,” ucap Hans. 

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...