Aksi Baru Emiten Hashim (WIFI) Bidik Cuan Rp 929 Miliar, Bagaimana Kansnya?

Karunia Putri
11 Agustus 2026, 10:09
Emiten
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
Ilustrasi gambaran umum aktivitas bisnis PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten milik adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) berencana memperluas bisnis ke sektor konstruksi sentral telekomunikasi.

Rencana tersebut dilakukan melalui penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206 tentang Konstruksi Sentral Telekomunikasi. Keputusan penambahan kegiatan usaha itu akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) WIFI pada Jumat, (11/11).

Berdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Syarif, Endang & Rekan, pengembangan bisnis itu memiliki nilai net present value (NPV) sebesar Rp 929,8 miliar dengan payback period selama satu tahun lima bulan. Artinya, WIFI diproyeksikan dapat mengembalikan seluruh investasi yang dikeluarkan setelah proyek berjalan selama satu tahun lima bulan.

Manajemen WIFI menyatakan, ekspansi itu bertujuan memperluas ruang lingkup usaha, serta memperkuat posisi perseroan di industri telekomunikasi dan infrastruktur digital. Langkah tersebut juga untuk menyediakan layanan pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi.

Adapun saat ini WIFI menjalankan usaha di bidang periklanan, perusahaan holding, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, dan aktivitas telekomunikasi tanpa kabel. Emiten juga menyediakan penyewaan mesin dan peralatan, produk dan layanan digital, serta jaringan serat optik melalui perusahaan anak.

Untuk menjalankan bisnis konstruksi sentral telekomunikasi, manajemen menyebut telah memiliki sumber daya manusia yang memadai. Perseroan akan mengoptimalkan tenaga kerja yang tersedia dan menambah tenaga kerja atau tenaga ahli sesuai kebutuhan, termasuk melalui kerja sama dengan mitra atau subkontraktor.

“Perseroan meyakini bahwa ketersediaan sumber daya manusia yang dimiliki maupun yang akan dipenuhi sesuai kebutuhan telah memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha berdasarkan KBLI 42206,” tulis manajemen WIFI dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip pada Selasa (11/8).

Selain itu, manajemen menilai prospek bisnis konstruksi sentral telekomunikasi cukup besar. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, pengembangan jaringan serat optik, penetrasi internet dan kebutuhan konektivitas digital di berbagai sektor.

Pasar tersebut, menurut perseroan, tidak hanya mencakup pembangunan menara telekomunikasi. Tetapi juga berbagai infrastruktur jaringan yang mendukung layanan telekomunikasi.

WIFI akan memosisikan diri sebagai perusahaan telekomunikasi terintegrasi yang berfokus pada pembangunan infrastruktur di area komersial, residensial, industri, pendidikan, pemerintahan dan ruang publik. Sasaran utamanya adalah pelanggan business to business (B2B) yang membutuhkan pembangunan jaringan di berbagai lokasi atau multi-site serta wilayah dengan kebutuhan konektivitas tinggi.

WIFI menilai penambahan KBLI tersebut dapat mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing di industri telekomunikasi, serta memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham.

Pada semester pertama 2026, perseroan membukukan laba bersih Rp 331,16 miliar. Jumlah tersebut naik 45,30%  dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama yahun sebelumnya sebesar Rp 227,91 miliar.

Sementara itu perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,57 triliun, melonjak 205,77% dari Rp 513,46 miliar secara tahunan atau year on year (YoY).

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...