Airlangga Berharap IPO di Semester II Bisa Kejar Ketertinggalan Pasar Modal RI

Karunia Putri
11 Agustus 2026, 16:19
IPO
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sg
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan paparan dalam Konferensi Pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2026 di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah berharap aktivitas penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal RI pada semester kedua 2026 dapat mengejar ketertinggalan pada paruh pertama tahun ini. Namun, peningkatan jumlah IPO perlu dibarengi dengan upaya menjaga kepercayaan investor dan menjaga kinerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tetap melihat prospek pasar modal Indonesia secara positif. Menurut dia, fundamental ekonomi nasional masih relatif kuat, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,29% pada kuartal kedua 2026, meski turun dibandingkan dari kuartal pertama.

Selain itu, status sovereign rating Indonesia masih berada di level investment grade (layak investasi) dari sejumlah lembaga pemeringkat. Sebut saja S&P Global Ratings dan Fitch Ratings masing-masing memberikan peringkat BBB, sementara Moody’s memberikan peringkat Baa2.

Airlangga menilai Indonesia tidak perlu terlalu khawatir terhadap penilaian satu atau dua lembaga pemeringkat selama fundamental perusahaan tetap terjaga.

“Yang penting kita outlook perusahaannya itu baik, kemudian transparan dan juga free float juga semakin meningkat, maka kita tidak perlu takut kepada negara ataupun rating agency,” ujar Airlangga dalam acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026, Selasa (11/8).

Menurut dia, fundamental tersebut perlu dijaga agar kredibilitas Indonesia di mata investor tetap kuat. Dia juga menilai kondisi fiskal Indonesia relatif baik dibandingkan sejumlah negara maju, dengan defisit anggaran yang masih berada di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

IPO Semester I Masih Tertinggal

Kendati demikian, Airlangga mengakui aktivitas pasar modal pada semester pertama 2026 masih tertinggal. Dia berharap kinerja tersebut dapat dikejar dengan peningkatan aktivitas IPO pada semester kedua.

“Perusahaan tercatat bulan Juli kemarin ada tujuh. Jadi itu walaupun kita kemarin semester pertama agak lagging, tapi mudah-mudahan semester kedua bisa mengejar dengan IPO,” kata Airlangga.

Nilai IPO yang terealisasi hingga Juli mencapai sekitar Rp 2,16 triliun. Pemerintah berharap aktivitas pencatatan saham baru meningkat seiring dengan perkembangan pasar modal Indonesia.

Airlangga juga menyoroti pertumbuhan laba sejumlah sektor yang menjadi andalan pasar saham. Sektor basic materials mencatat pertumbuhan laba 258,9%, disusul transportasi dan logistik 103,4% serta sektor keuangan 39,8%.

Menurut dia, pertumbuhan laba tersebut menunjukkan masih adanya fundamental positif di pasar modal Indonesia. Namun, peningkatan jumlah perusahaan tercatat dan aktivitas IPO harus dibarengi dengan upaya menjaga kredibilitas pasar.

Emiten Diminta Jaga Kepercayaan Investor

Selain itu, Airlangga juga menyatakan agar perusahaan tercatat agar tidak hanya memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan, tetapi juga menjaga kepercayaan investor.

Dia menekankan pentingnya menjaga kinerja, tata kelola atau governance, transparansi serta meningkatkan free float saham.

Menurut Airlangga, pasar modal merupakan salah satu cerminan kondisi perekonomian nasional. Karena itu, kredibilitas pasar perlu dijaga agar investor tetap yakin terhadap perusahaan yang tercatat di bursa.

“Karena kepercayaan investor ini menjadi modal penting bagi investasi dan ekspansi usaha,” kata Airlangga.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...