Adu Kuat Kinerja PTBA, ANTM, TINS, INCO di Semester I 2026, Siapa Paling Cuan?
Empat emiten tambang genggaman Holding BUMN Mining Industry Indonesia (MIND ID) telah merilis kinerja keuangan sepanjang semester pertama 2026. Keempat perusahaan itu adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, PT Timah Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Kendati kompak mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, kinerja keempat emiten MIND ID dipengaruhi berbagai faktor sepanjang paruh pertama tahun ini. Kenaikan laba tak melulu berasal dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dipengaruhi harga komoditas, volume produksi dan penjualan, hingga faktor nonoperasional masing-masing perusahaan.
Lantas, siapa yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba paling moncer sepanjang enam bulan pertama 2026?
Pertumbuhan paling tinggi digenggam TINS. Pendapatan perseroan melonjak 146,9% YoY menjadi Rp 10,42 triliun dari Rp 4,22 triliun. Sementara laba bersihnya melesat 804,7% menjadi Rp 2,71 triliun dari Rp 300,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lalu, ANTM mencatat pendapatan paling besar di antara empat emiten MIND ID, yakni Rp 62,71 triliun. Angka itu tumbuh 6,3% YoY dari Rp 59,02 triliun. Laba bersih Antam juga meningkat 36% menjadi Rp 6,38 triliun dari Rp 4,70 triliun.
| Emiten | Pendapatan | Persentase pertumbuhan (YoY) | Laba | Persentase pertumbuhan (YoY) |
| PT Bukit Asam Tbk (PTBA) | Rp 22,02 triliun | 7,7% | Rp 2,64 triliun | 218% |
| PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | Rp 62,71 triliun | 6,3% | Rp 6,38 triliun | 36% |
| PT Timah Tbk (TINS) | Rp 10,41 triliun | 146,9% | Rp 2,71 triliun | 804,7% |
| PT Vale Indonesia Tbk (INCO) | US$ 543,07 juta atau sekitar Rp 9,63 triliun | 27,3% | US$ 104,38 juta atau sekitar Rp 1,85 triliun | 313,4% |
Sumber: Laporan Keuangan Semester I 2026, diolah penulis Katadata. Asumsi kurs Rp 17.725 per dolar AS.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan pendapatan Rp 22,02 triliun pada semester pertama 2026, naik 7,7% secara tahunan dari Rp 20,45 triliun. Laba bersih PTBA melonjak tinggi hingga 218,1% YoY menjadi Rp 2,64 triliun dari sebelumnya Rp 833,04 miliar.
Adapun PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengantongi pendapatan US$ 543,07 juta atau sekitar Rp 9,63 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.725 per dolar AS. Pendapatan tersebut naik 27,3% YoY dari US$ 426,74 juta atau sekitar Rp 7,56 triliun.
Laba bersih Vale melonjak 313,4% menjadi US$ 104,38 juta atau sekitar Rp 1,85 triliun, dibandingkan US$ 25,25 juta atau sekitar Rp 447,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
