Astra Jajaki Pembangunan 2.000 Rumah Subsidi di Jakarta dan Bandung

Kamila Meilina
2 September 2026, 17:54
Astra
ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/wsj.
Foto udara suasana perumahan bersubsidi di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut PT Astra Internasional Tbk (ASII) tengah menjajaki pembangunan 2.000 rumah subsidi di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk memperluas penyediaan rumah masyarakat melalui kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta. 

Menurut Ara, sapaan Maruarar, Astra telah menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pembangunan rumah subsidi. Dari total 2.000 unit yang dijajaki, sebanyak 1.000 unit akan dibangun di Jakarta dan 1.000 unit lainnya di Bandung.

"Astra sudah siap intervensi untuk pembangunannya, seribu di Jakarta, seribu di Bandung," ujar Ara, sapaan akrabnya, ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9). 

Dalam keterangan sebelumnya, pengembangan kawasan perumahan itu bakal memanfaatkan aset milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Pemanfaatan tanah negara untuk dibangun oleh pihak swasta menjadi salah satu skema dalam mendorong target Program 3 Juta Rumah.  

Ara mengatakan, sejumlah kementerian juga memberikan dukungan berupa penyediaan lahan. Salah satunya lahan sekitar 40-45 hektare di Depok, Jawa Barat, dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Selain itu, terdapat sekitar 3 hektare lahan dari Kementerian Hukum.

Kendati demikian, skema pembangunan itu masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah mempertimbangkan berbagai alternatif, mulai dari pembangunan menggunakan anggaran negara, melibatkan badan usaha milik negara (BUMN), hingga menggandeng swasta.

Dorong Rumah Subsidi

Selain menggandeng swasta, pemerintah juga mendorong pembiayaan perumahan melalui sejumlah kebijakan lain. Salah satunya lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk kontraktor dan pengembang perumahan skala UMKM.

KUR perumahan dapat diberikan untuk pembiayaan hingga Rp 100 juta tanpa jaminan dengan bunga 0,5% per bulan. Menurutnya, penyerapan KUR perumahan cukup tinggi sehingga pemerintah meningkatkan alokasi pembiayaannya. 

Ia menyebut alokasi yang semula sekitar Rp 3 triliun kemudian ditingkatkan hingga Rp 50 triliun. "Pada saat dievaluasi, penyerapannya tinggi sekali," klaimnya.

Pemerintah juga mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia (BI) melalui kebijakan di sektor perumahan. Menteri PKP menyebut dukungan tersebut menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan yang diperlukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...