Gerak Ekspansi Baru WIKA Beton (WTON) dari Australia sampai Alaska
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton membeberkan jejak ekspansinya mulai Asia, Australia, hingga Alaska. Baru baru ini, emiten BUMN Karya itu mengantongi proyek liquefied natural gas (LNG) di Alaska, wilayah paling utara Amerika Serikat.
Direktur Utama Wijaya Karya Beton, Kuntjara mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkapkan detail proyek tersebut karena terikat non-disclosure agreement (NDA).
Menurut Kuntjara, proyek di ujung utara Benua Amerika itu membutuhkan proses perencanaan yang panjang. Nanti, WIKA Beton akan menjadi salah satu pihak yang berkontribusi dalam penyediaan struktur beton untuk proyek jumbo itu.
“Jadi proyek ini adalah proyek besar yang mana proses perencanaannya juga panjang, saat ini sedang dalam proses pematangan desain, baik dari sisi produk maupun fasilitas-fasilitasnya,” kata Kuntjara dalam paparan publik 2026, Rabu (9/9).
Pimpinan WTON sebelumnya mengatakan, hingga saat ini kerja sama mereka di Alaska baru sampai tahap perjanjian atau memorandum of understanding (MoU). Selain Filipina dan proyek di Alaska yang masih berproses, ia mengaku WIKA Beton tengah menjajaki peluang proyek di sejumlah negara lain, terutama di kawasan ASEAN.
Kuntjara menuturkan, pasar luar negeri menjadi salah satu sumber pendapatan WTON. Kendati demikian, perusahaan tetap selektif dalam membidik proyek di luar Indonesia karena harus mempertimbangkan berbagai aspek, terutama manajemen risiko.
WIKA Beton juga menjajaki sejumlah proyek yang berpotensi mendapat pembiayaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Proyek tersebut berada di negara-negara yang masih memenuhi syarat memperoleh pembiayaan JICA, termasuk sejumlah negara kepulauan di sekitar Australia dan kawasan Atlantik.
“Tapi kami tidak maju sendiri, kami maju bersama dengan perusahaan-perusahaan yang memang masuk ke sana. Selain ASEAN dan kawasan kepulauan di Atlantik, kira-kira itu mungkin," ujarnya.
Adapun WIKA Beton masih mempertahankan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Perusahaan membidik pendapatan sekitar Rp 3,9 triliun dengan laba bersih konsolidasi sekitar Rp 20 miliar pada tahun ini.
Hingga Juli 2026, WTON mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 2,27 triliun. Perolehan kontrak tersebut didominasi sektor infrastruktur dengan porsi 58,83%, sedangkan proyek dengan sumber pendanaan swasta mencapai 37,70%.
Pada periode yang sama, WIKA Beton membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,48 triliun. Produk beton putar menyumbang 47,9% terhadap pendapatan, disusul beton nonputar 34,4%, konstruksi 13,3%, serta jasa 4,4%.
WIKA Beton menyiapkan empat strategi untuk menghadapi dinamika industri konstruksi, memperkuat kinerja, dan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Strategi pertama yakni transformasi pasar dan model bisnis. WTON ingin memperluas perannya dari produsen beton pracetak menjadi penyedia solusi beton dan infrastruktur terintegrasi. Dengan strategi tersebut, perusahaan tidak hanya memasok produk, tetapi juga terlibat mulai dari perencanaan, produksi, distribusi, hingga implementasi di lapangan.
Strategi kedua berfokus pada pemulihan pendapatan dan margin melalui pertumbuhan yang sehat dan berkualitas. WIKA Beton akan menjalankan diversifikasi pasar, memperkuat portofolio produk, menerapkan strategi harga yang lebih disiplin, hingga lebih selektif memilih proyek dengan mempertimbangkan risiko dan tingkat keuntungan.
Ketiga, perusahaan memperkuat operasional dan kapasitas produksi. Upaya tersebut mencakup penguatan proses sales and operation planning, penyederhanaan organisasi, penerapan prinsip lean organization, pengembangan smart manufacturing, hingga optimalisasi jaringan pabrik.
Melalui strategi itu, WTON menargetkan pemanfaatan kapasitas produksi yang lebih optimal, pengendalian biaya produksi, peningkatan produktivitas, dan menjaga kualitas produk. Strategi keempat yakni stabilisasi arus kas dan neraca atau cash and balance stabilization.
“Jadi kami fokus terhadap pengelolaan piutang, persediaan, vendor, aset, liability, serta modal kerja secara menyeluruh,” ucap manajemen WTON.
