Grup Djarum Ungkap Strategi Ekspansi, Bocorkan Investasi Rp 24 T di Luar Negeri

Nur Hana Putri Nabila
10 September 2026, 11:31
Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Darmawan
PBDjarum
Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Darmawan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Keluarga konglomerat di balik Grup Djarum, Hartono, menyatakan komitmen untuk tetap memprioritaskan investasi di dalam negeri. Hal itu disampaikan usai berhembus kabar adanya pengalihan dana sekitar US$ 1,4 miliar atau Rp 24,9 triliun sebagian investasinya ke luar negeri di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi domestik. 

Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Darmawan mengatakan keluarga yang merupakan pemilik bank swasta nasional PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) itu masih memiliki porsi investasi yang besar di Tanah Air mencapai 90%. Ia menjelaskan keluarga Hartono ingin tumbuh bersama dengan Indonesia.  

Meski begitu Budi mengatakan Grup Djarum juga tak menutup peluang untuk berinvestasi di luar negeri. Aksi itu merupakan ekspansi bisnis untuk menopang keberlanjutan usaha secara keseluruhan. Ia menepis anggapan yang menyebut investasi di luar negeri sebagai bentuk pengalihan dana dari perusahaan ke luar negeri. 

“Hal normal ketika mengembangkan bisnis di luar negeri, ada beberapa perusahaan kemarin beli aset di negara lain, apakah itu capital flow? Menurut saya enggak lah gitu, itu bagian dari upaya mengembangkan bisnis,” ucap Budi kepada Katadata, Rabu (9/9). 

Menurut Budi, saat ini Keluarga Hartono masih menggencarkan strategi bisnisnya untuk menambah portofolionya, terutama dalam industri hasil tembakau. Budi mengatakan Grup Djarum sudah berekspansi jauh sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden RI, sejak 2023–2024. 

Salah satunya di bisnis kertas khusus di Amerika Serikat dan mengakuisisi produsen kertas rokok asal Austria, melalui Evergreen Hill Enterprise Pte, entitas milik Keluarga Hartono. Meski begitu, Budi mengatakan pendanaannya didapat dari modal kredit asing dan bernilai jumbo.

“Di kertas itu pun menggunakan pembiayaan asing, pembiayaan dapat pinjaman, bukan dari capital flow,” kata Budi lagi.  

Ia pun menyatakan aksi korporasi di luar negeri merupakan ekspansi dan investasi di luar negeri, bukan memindahkan dananya. Selain itu, Budi juga mengatakan Keluarga Hartono sebagai warga negara Indonesia (WNI) memiliki cita-cita untuk ikut membangun dan bertumbuh bersama Indonesia. Ia menilai bisnis-bisnis yang dibangun ikut berkontribusi kepada negara, salah satunya dengan menciptakan lapangan kerja.

Lebih jauh, ia juga mengatakan investasi Keluarga Hartono di luar negeri tak ada kaitannya dengan situasi politik dalam negeri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

“Jadi kami ini siapapun presidennya, bisnis kami harus tetap jalan, nggak boleh mati,” kata Budi, 

Budi mengatakan perusahaan akan terus menjalankan berbagai langkah strategis, baik di dalam maupun luar negeri, untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Misalnya melalui pembangunan peternakan sapi perah yang baru memasuki tahap groundbreaking.

Menurutnya, proyek tersebut untuk meningkatkan produksi susu segar di dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap susu impor. Ia mengatakan Keluarga Hartono juga terus menjajaki pengembangan bisnis lain, termasuk di sektor makanan dan minuman seperti teh.

Budi menjelaskan aksi tersebut murni merupakan bagian dari strategi bisnis perusahaan dan tidak terkait dengan arus modal maupun faktor eksternal lainnya. “Siapapun presidennya, siapapun penguasanya, kami harus terlibat aktif dalam mengembangkan ekonomi di negara yang kita cintai ini,” ucap Budi.

Sebelumnya Bloomberg, memberitakan sedikitnya sembilan entitas berbasis di Singapura dan London yang terikat dengan keluarga Hartono telah menanamkan modal setidaknya US$ 1,4 miliar di luar negeri.  Pergerakan modal keluarga Hartono ke luar negeri dan sejumlah konglomerat Indonesia itu disebut merupakan langkah untuk mengamankan aset di negara lain. 



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...