NexAI (MGLV) Bidik Dana Rp 2,5 T dari Rights Issue, Perkuat Bisnis Data Center
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) atau biasa dikenal dengan NexAI mengumumkan harga pelaksanaan dan rasio Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Pengumuman dibuat setelah perusahaan mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang berlangsung Senin (7/9).
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru. Dari jumlah itu MGLV menargetkan Rp 2,54 triliun untuk mengembangkan layanan pusat data kecerdasan buatan.
Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp 8.880, dengan rasio setiap 100 saham lama berhak atas 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). PT Nextier Datamate Center (NDC) selaku pemegang saham utama Perseroan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya senilai Rp 1,65 triliun. Adapun saham MGLV dibuka pada level 15.625 pada perdagangan Jumat (10/9).
Presiden Direktur NexAI Ahmad Zulfikar mengatakan, dana yang dihimpun melalui rights issue ini akan langsung mendukung pembangunan AI data center yang dirancang untuk standar tier III. Langkah ini sejalan dengan arah bisnis baru yang telah disetujui pemegang saham.
“Ini adalah langkah konkret bagi kami untuk merealisasikan visi transformasi Perseroan. Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan hosting chip AI dengan teknologi terbaru yang tersedia di industri saat ini,” ujar Zulfikar seperti dikutip Jumat (10/9).
Sesuai dengan prospektus singkat yang telah diterbitkan, NexAI berencana memanfaatkan dana rights issue sebagai suntikan modal kepada dua anak usahanya PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Kedua perusahaan akan mengembangkan AI data center yang memiliki kapasitas 102 Megawatt (MW).
NAC, yang telah mengoperasikan data center sebesar 6MW, sedang memperbesar kapasitas tambahan sebesar 36MW di Jababeka, Jawa Barat. Sementara, NGC sedang membangun AI Data Center dengan kapasitas 60MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.
Selain untuk pengembangan AI data center, dana dari rights issue juga akan dimanfaatkan untuk pengambilalihan piutang NDC dari NAC dan NGC, sebagai bagian dari penguatan struktur modal usaha untuk mendukung implementasi strategi baru Perseroan.
Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi maksimum 13,04%. HMETD akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercantum pada daftar pemegang saham per 3 November 2026. Sementara itu periode pelaksanaan HMETD dilakukan pada 5 November 2026 - 18 November 2026.
