Suahasil Gantikan Purbaya jadi Menkeu, Bakal Jadi Katalis Positif bagi IHSG?
Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengganti Menteri Keuangan menjadi perhatian pelaku pasar. Presiden melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9) sore.
Pengangkatan tersebut menjadi yang ketiga kalinya terjadi di posisi bendahara negara sejak Prabowo menjabat sebagai presiden. Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan pertama pada pemerintahan Prabowo, sebelum digantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Kini, posisi tersebut kembali berganti dan diisi Suahasil Nazara.
Pelaku pasar mencermati dampak pergantian tersebut terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), termasuk pada perdagangan perdana Suahasil menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Harry Su menilai penunjukan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ditujukan untuk membantu memulihkan kepercayaan pasar sekaligus menjaga stabilitas kebijakan makro dan fiskal.
Dia mengatakan, akhirnya Prabowo membuat keputusan untuk menunjuk Suahasil Nazara, seorang ahli fiskal internal yang berpengalaman, di tengah meningkatnya friksi terkait target pendapatan, pelaksanaan anggaran negara, dan koordinasi kebijakan.
“Termasuk perdebatan mengenai transfer dana negara dan kontribusi dari Danantara,” kata Harry Su kepada Katadata, dikutip Selasa (15/9).
Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berbicara soal jangka menengah. Dia mengatakan respons awal pasar terhadap pengangkatan Suahasil cenderung positif. Namun, respons tersebut masih bersifat jangka pendek dan belum sepenuhnya menghapus ketidakpastian di pasar.
Menurut Nafan, rebound IHSG setelah sempat terkoreksi cukup dalam menunjukkan pelaku pasar mulai melihat pergantian Menteri Keuangan sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap kebijakan fiskal.
Terlebih, Suahasil merupakan figur teknokrat yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan.
“Market akan mencermati sejauh mana Menkeu baru mampu menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, stabilitas rupiah, serta konsistensi komunikasi kebijakan pemerintah,” kata Nafan.
Dengan begitu, respons positif pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan dapat menjadi sinyal awal meredanya ketidakpastian. Namun, investor masih membutuhkan bukti melalui implementasi kebijakan pemerintah ke depan.
Dalam jangka menengah, Nafan menilai pergantian tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi IHSG jika mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan kesinambungan kebijakan ekonomi Indonesia.
Kuncinya terletak pada kemampuan Suahasil menjaga kredibilitas fiskal, memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas sektor keuangan, serta memberikan kepastian mengenai arah kebijakan APBN dan pembiayaan pemerintah.
Jika kepercayaan investor meningkat, peluang terjadinya capital inflow dan rerating terhadap aset domestik, termasuk saham berkapitalisasi besar dan sektor finansial, akan semakin terbuka.
Namun, pergantian Menteri Keuangan bukan satu-satunya faktor yang menentukan arah IHSG. Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi sentimen global, arah suku bunga Amerika Serikat, pergerakan rupiah, arus dana asing, fundamental emiten, hingga perkembangan geopolitik.
“Oleh karena itu, respons positif market pada saat itu lebih tepat dipandang sebagai early signal dan belum dapat menjadi konfirmasi terbentuknya tren struktural bullish IHSG secara berkelanjutan,” ujar Nafan.
Selain kebijakan fiskal, Nafan berharap Menteri Keuangan baru dapat mendorong proses demutualisasi BEI secara transparan dan prudent dengan tetap menjaga independensi serta tata kelola bursa.
Menurut dia, demutualisasi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai perubahan struktur kepemilikan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing BEI, memperdalam pasar modal, memperkuat perlindungan investor, serta meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor domestik maupun asing.
Keterlibatan pemerintah dalam struktur kepemilikan BEI juga perlu diimbangi dengan mekanisme tata kelola yang kuat. Hal tersebut penting untuk mencegah potensi konflik kepentingan sekaligus memastikan independensi BEI dalam menjalankan fungsi operasional, perdagangan, pengawasan, dan penegakan aturan.
“Dengan demikian, harapan utama terhadap Menkeu baru adalah terciptanya kesinambungan kebijakan, kredibilitas fiskal, dan pendalaman pasar keuangan. Jika ketiganya dapat berjalan beriringan, pergantian Menkeu berpotensi memberikan dampak positif yang lebih berkelanjutan bagi pasar modal Indonesia,” ujar Nafan.
Nafan memproyeksina level support IHSG berada di level 6.453 dan 6.353 sementara resistance akan berada di level 6.552 dan 6.695.
Sementara itu, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen pasar selanjutnya akan tertuju pada langkah dan kebijakan awal Suahasil, terutama terkait arah pengelolaan fiskal dan upaya menjaga kredibilitas keuangan negara.
Pada hari pelantikan Suahasil, pergerakan IHSG sempat bergejolak. IHSG ditutup di level 6.534,69 atau turun tipis 0,1% pada Senin (14/9). Meski berakhir di zona merah, posisi penutupan tersebut menunjukkan adanya pembalikan signifikan dari tekanan jual sepanjang perdagangan.
Secara intraday, IHSG sempat anjlok hingga 2,56%. Namun, setelah muncul pengumuman pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara, indeks berbalik menguat dan mempersempit koreksi.
IHSG bahkan sempat masuk ke zona hijau dengan kenaikan 0,08% ke level 6.546 menjelang penutupan perdagangan.
