Rupiah Dibuka Menguat, Pasar Respon Positif Pergantian Menkeu dari Purbaya
Mata uang rupiah mengawali perdagangan menuju hari ini dengan pergerakan yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa (15/9).
Melansir dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.662 per dolar AS menguat tipis 0,06% atau 7 poin. Pantauan Katadata hingga pukul 09.10 rupiah melemah berada di level Rp 17.668 per dolar AS turun 0,01% atau 1 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.669 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 58 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.611 per dolar AS. Rupiah sempat melemah hingga 60 poin ke level Rp 17.669 per dolar AS pada perdagangan kemarin.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (15/9). Penguatan rupiah diperkirakan mendapat sentimen positif dari pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan pasar berpotensi merespons positif pergantian Menteri Keuangan tersebut. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan resmi dilantik menggantikan Purbaya oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9).
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian menkeu dari Purbaya kepada Suahasil, yang diharapkan akan direspons positif dari pasar," kata Lukman.
Namun, Lukman memperkirakan ruang penguatan rupiah masih terbatas. Salah satu faktor yang dapat menahan penguatan rupiah adalah harga minyak mentah dunia yang masih berada di level tinggi.
Selain itu, investor cenderung mengambil sikap wait and see menjelang agenda penting pada Rabu (16/9), yakni pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS, Federal Reserve.
"Sikap wait-and-see investor menjelang keputusan FOMC pada Rabu," ujar Lukman.
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
