Saham Merosot 36,93% Ytd, KLBF Bakal Buyback Rp 500 Miliar

Karunia Putri
15 September 2026, 16:04
Buyback
kalbe farma
Pemandangan umum gedung PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten produk kesehatan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal Rp 500 miliar. Rencana tersebut diumumkan ketika harga saham KLBF anjlok 36,93% sejak awal tahun.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham KLBF naik 2,72% secara intraday ke level Rp 1.130 pada Selasa (15/9) pukul 15.16 WIB. Namun, dalam sebulan terakhir, harga saham itu turun 5%.

Manajemen KLBF menyatakan, dana buyback akan berasal dari kas internal perseroan. Aksi tersebut diperkirakan menurunkan pendapatan bunga sekitar Rp 8,4 miliar setelah periode buyback berakhir.

Meskipun begitu, KLBF menilai penurunan pendapatan bunga itu tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan. “Biaya yang timbul dari pembelian kembali saham adalah biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan buyback adalah sebanyak-banyaknya 0,1% dari jumlah nilai buyback,” kata manajemen KLBF dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip pada Selasa (15/9).

Manajemen memperkirakan dengan memperhitungkan penurunan pendapatan bunga dan berkurangnya jumlah saham beredar, proforma laba per saham apabila seluruh rencana buyback direalisasikan saat ini mencapai Rp 81,44. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laba per saham yang dibukukan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 80,51.

Buyback akan berlangsung pada 16 September hingga 16 Desember 2026, atau maksimal tiga bulan sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023. Namun, perseroan dapat mengakhiri periode buyback lebih cepat dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui transaksi di BEI. Untuk itu, KLBF akan menggunakan jasa perusahaan perantara pedagang efek.

Manajemen menyatakan aksi buyback diharapkan dapat memberikan keyakinan kepada investor mengenai nilai fundamental saham KLBF. Selain itu, saham hasil buyback atau saham treasuri dapat memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang.

Saham treasuri tersebut dapat dialihkan pada masa mendatang ketika perseroan memperoleh nilai yang optimal, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Rencana Delisting Anak Usaha EPMT

Saat paparan publik, manajemen KLBF membuka peluang menghapus pencatatan saham atau delisting anak usahanya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), dari BEI. Opsi tersebut mencuat lantaran porsi saham publik atau free float EMPT yang hanya 7,51% per Agustus 2026. 

BEI sebelumnya telah menaikkan batas free float setiap emiten di bursa menjadi 15%. Direktur Kalbe Farma, Kartika Setiabudy, mengakui porsi free float salah satu anak usahanya saat ini belum memenuhi ketentuan BEI. Perseroan masih mempelajari langkah untuk memenuhi ketentuan tersebut secara bertahap pada 2027 dan 2028.

Kartika mengatakan, Kalbe Farma tengah melakukan perhitungan internal sekaligus menjajaki opsi untuk menambah porsi free float anak usahanya. Namun, perseroan juga membuka peluang melakukan delisting jika penambahan saham publik sulit direalisasikan.

“Jadi saat ini kami masih menjajaki kedua opsi tersebut dan tentunya kita akan comply dengan peraturan IDX sebagai kita merupakan bagian dari pasar modal Indonesia,” kata Kartika dalam paparan publik 2026, Jumat (11/9).  

Ia menuturkan, Kalbe Farma juga terbuka terhadap masukan dari pelaku pasar terkait opsi yang dapat ditempuh dan tetap mengikuti ketentuan dan tenggat waktu yang ditetapkan BEI.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...