BYAN Kantongi Kuota Produksi hingga 20 Juta Ton Usai Haji Isam Caplok 30% Saham

Nur Hana Putri Nabila
21 September 2026, 14:09
Bayan Resources
Bayan
Bayan Resources
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menambah kuota produksi tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga 20 juta ton. Tambahan kuota ini datang setelah emiten milik Low Tuck Kwong itu menyatakan force majeure, di tengah manuver pengusaha Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam mengakuisisi 30% atau sebanyal 10 miliar saham BYAN.

Merujuk pemberitaan Stockbit Sekuritas yang mengutup Reuters, Direktur Jenderal Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan pemerintah memberikan tambahan kuota produksi batu bara sekitar 15–20 juta ton kepada Bayan Resources. Tri mengatakan persetujuan atas tambahan kuota produksi tersebut telah diterbitkan pada Senin (21/9).

Katadata telah meminta konfirmasi dan penjelasan kepada Tri mengenai tambahan kuota produksi yang diterima Bayan. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada jawaba, 

Seminggu sebelumnya, produksi batu bara BYAN sempat terganjal persetujuan pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tak menerbitkan persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak usaha BYAN.

Kondisi itu membuat anak usaha BYAN tidak dapat menjalankan kegiatan produksi secara sah hingga BYAN mengumumkan force majeure. Usai Haji Isam berhasil mengambil 30% saham tambang batu bara Low Tuck Kwong itu, Kementerian ESDM menerbitkan RKAB milik Bayan Resources. 

Moody’s Ratings pun langsung memangkas prospek BYAN menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Namun lembaga rating itu masih mempertahankan peringkat korporasi atau corporate family rating (CFR) PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di level Ba1. 

Asisten Wakil Presiden Moody’s Ratings, Anthony Prayugo mengatakan perubahan prospek emiten tambang batu bara itu mencerminkan ketidakpastian regulasi terkait alokasi kuota produksi batu bara.

Menurut Anthony, ketidakpastian tersebut berpotensi membatasi produksi dan menekan laba Bayan apabila tidak segera terselesaikan. Meski tertekan, Anthony menilai metrik kredit Bayan masih kuat. Neraca keuangan perseroan yang bebas utang menjadi salah satu penopang utama kondisi kredit BYAN. 

“Namun ketidakpastian yang terus berlanjut seputar persetujuan kuota RKAB menimbulkan risiko penurunan terhadap kemampuannya untuk mencapai pertumbuhan produksi,” tambah Prayugo, dalam pengumuman Moody’s, Jumat (18/9).

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...