Direktur Keuangan (CFO) PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Alastair Gordon Christopher McLeod, kembali menjual sahamnya di emiten pertambangan milik konglomerat Low Tuck Kwong itu.
Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Alastair Gordon Christopher Mcleod menjual sebagian kepemilikannya di emiten pertambangan batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong itu hingga mencapai Rp 2,47
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah terbitnya tambahan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tiga anak usaha Bayan Resources (BYAN).
Pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam bersiap memborong 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Berapa dana disiapkan?
Pemerintah menambah kuota produksi tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga 20 juta ton. Tambahan kuota ini datang setelah emiten milik Low Tuck Kwong itu menyatakan force majeure,
Rencana Haji Isam membeli 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menuai sorotan. Namun, bila ditelusuri lagi ke belakang, ekspansi bisnisnya lewat aksi akuisisi emiten bukan kali ini saja terjadi.
Saham emiten tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tembus hingga mencetak rekor tertinggi atau auto reject atas (ARA) 19,96% ke Rp 13.825 per saham pada perdagangan sesi pertama Jumat (18/9)
Moody’s Ratings mempertahankan peringkat korporasi atau corporate family rating (CFR) PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di level Ba1. Meski begitu, lembaga pemeringkat itu memangkas prospek BYAN
Pemegang saham pengendali BYAN, Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam.
Prospek kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN) diproyeksikan akan tertekan setelah sejumlah anak usahanya menyatakan force majeure imbas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang belum terbit
Emiten tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) anjlok hingga 9,23% ke Rp 10.075 pada perdagangan intraday hari ini, Selasa (15/9) pukul 11:11 WIB. Padahal saham BYAN sempat di level 17.272
Emiten tambang batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menghadapi gangguan produksi. Tiga anak usahanya belum mengantongi persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Angga