Berdasarkan laporan kepemilikan saham terbaru yang dikeluarkan BYAN, Low Tuck Kwong tercatat melepas 33.333.335 saham BYAN di bawah harga pasar, yaitu Rp 11.025.
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terpantau ada transaksi crossing jumbo di pasar negosiasi pada Rabu (7/10), dengan total transaksi sekitar 10,08 miliar saham atau Rp 26,1 t di harga Rp 2.588
Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tercatat transaksi crossing di pasar negosiasi dalam jumlah besar mencapai sekitar 1,48 miliar saham dengan nilai sekitar Rp 3,82 triliun pada perdagangan intraday
Masuknya pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam akan mengubah komposisi pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Crazy rich Kalimantan itu masuk melalui PT Jhonlin Baratama,
Masuknya Haji Isam ke dalam struktur kepemilikan BYAN berpotensi membawa perubahan terhadap arah bisnis sekaligus persepsi pasar terhadap emiten batu bara tersebut.
Direktur Keuangan (CFO) PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Alastair Gordon Christopher McLeod, kembali menjual sahamnya di emiten pertambangan milik konglomerat Low Tuck Kwong itu.
Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Alastair Gordon Christopher Mcleod menjual sebagian kepemilikannya di emiten pertambangan batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong itu hingga mencapai Rp 2,47
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah terbitnya tambahan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tiga anak usaha Bayan Resources (BYAN).
Pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam bersiap memborong 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Berapa dana disiapkan?
Pemerintah menambah kuota produksi tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) hingga 20 juta ton. Tambahan kuota ini datang setelah emiten milik Low Tuck Kwong itu menyatakan force majeure,
Rencana Haji Isam membeli 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menuai sorotan. Namun, bila ditelusuri lagi ke belakang, ekspansi bisnisnya lewat aksi akuisisi emiten bukan kali ini saja terjadi.
Saham emiten tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tembus hingga mencetak rekor tertinggi atau auto reject atas (ARA) 19,96% ke Rp 13.825 per saham pada perdagangan sesi pertama Jumat (18/9)
Moody’s Ratings mempertahankan peringkat korporasi atau corporate family rating (CFR) PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di level Ba1. Meski begitu, lembaga pemeringkat itu memangkas prospek BYAN