Fitch Beri Peringkat BBB ke Danantara Investment Management, Outlook Negatif

Karunia Putri
21 September 2026, 18:14
Danantara
Dok.Danantara Indonesia
Wisma Danantara, kantor pusat Danantara Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Fitch Ratings mempertahankan peringkat PT Danantara Investment Management (DIM) di level “BBB” dengan prospek negatif. Peringkat tersebut berlaku untuk gagal bayar penerbit atau long-term issuer default ratings (IDR) DIM dalam mata uang asing dan lokal.

Fitch juga mempertahankan peringkat gagal bayar jangka pendek dalam mata uang asing DIM di level “F2”.

Selain itu, Fitch menegaskan peringkat program global medium-term note (GMTN) dan surat utang senior tanpa jaminan DIM di level “BBB”. Fitch Ratings Indonesia juga mempertahankan peringkat nasional jangka panjang DIM di level “AAA(idn)” dengan prospek stabil dan Peringkat Nasional Jangka Pendek di level 'F1+(idn)'.

Adapun peringkat utang subordinasi DIM juga dipertahankan di level 'AAA(idn)'.

“Penegasan peringkat tersebut mencerminkan penilaian Fitch yang tidak berubah mengenai kemungkinan adanya dukungan luar biasa dari Pemerintah Indonesia (BBB/negatif) kepada DIM berdasarkan kriteria entitas terkait pemerintah atau Government-Related Entities (GRE),” tulis Fitch dalam pengumumannya dikutip pada Senin (21/9).

Fitch menyamakan peringkat DIM dengan peringkat Pemerintah Indonesia karena menilai terdapat keterkaitan yang kuat antara DIM dan pemerintah. DIM beroperasi sebagai tangan investasi pemerintah dalam struktur sovereign wealth fund Indonesia.

Prospek negatif pada peringkat jangka panjang DIM dalam skala internasional mencerminkan prospek pemerintah Indonesia. Sementara itu, prospek stabil pada peringkat nasional jangka panjang DIM menunjukkan kelayakan kredit relatif DIM di Indonesia tidak berubah.

Fitch menilai dukungan luar biasa dari Pemerintah Indonesia kepada DIM akan “Virtually Certain” atau hampir pasti diberikan jika diperlukan. Penilaian tersebut menghasilkan skor dukungan sebesar 55 dari maksimum 60 berdasarkan kriteria GRE Fitch. Penilaian itu mencerminkan tanggung jawab dan insentif pemerintah untuk memberikan dukungan kepada DIM.

Fitch menilai pemerintah merupakan pengambil keputusan utama atas kegiatan inti DIM, termasuk operasional, rencana investasi, strategi pendanaan serta pengawasan berkala.

Fitch juga memperhitungkan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara sebagai pemilik 100% DIM. DIM dinilai sebagai GRE yang menjalankan kebijakan publik dan memiliki hubungan kuat dengan pemerintah.

Pemerintah mempertahankan kepemilikan penuh melalui Danantara dan menjalankan kewenangan pengambilan keputusan atas DIM melalui dewan direksi dan dewan komisaris. Direktur utama DIM juga menjabat sebagai chief investment officer (CIO) Danantara, sehingga memperkuat keselarasan antara pelaksanaan kegiatan DIM dan mandat kebijakan pemerintah.

Dukungan pemerintah juga terlihat meski DIM baru didirikan. DIM menerima suntikan modal sebesar Rp 70 triliun pada 2025 dari Danantara yang berasal dari dividen BUMN yang dihimpun melalui PT Danantara Asset Management (DAM).

Fitch memperkirakan suntikan modal akan diberikan setiap tahun untuk mendukung likuiditas, komitmen investasi dan pertumbuhan portofolio DIM. Dukungan tersebut juga tercermin dalam kerangka hukum dan kebijakan yang menjadi dasar pembentukan DIM. Kerangka regulasi mengatur aliran dana dividen BUMN melalui DAM dan Danantara kepada DIM.

Regulasi tersebut juga memungkinkan DAM mempertahankan sebagian dana untuk restrukturisasi BUMN. Sementara itu, BPI Danantara dapat mempertahankan sebagian dana untuk kebutuhan operasional dan likuiditas.

Fitch tetap memperkirakan dukungan kepada DIM dalam platform Danantara yang lebih luas karena DIM berperan sebagai tangan investasi grup untuk mengelola dividen BUMN.

Fitch menilai DIM sebagai salah satu entitas penting di Indonesia dan menjadi platform investasi utama pemerintah untuk menjalankan prioritas strategis nasional serta tujuan pembangunan yang lebih luas.

Menurut Fitch, gagal bayar DIM akan menimbulkan konsekuensi politik dan ekonomi yang serius bagi pemerintah. Hal ini mengingat peran DIM dalam menjalankan prioritas negara serta eksposurnya di pasar modal internasional.

DIM juga merupakan satu-satunya entitas dalam portofolio Danantara hingga saat ini yang dapat berutang dan menerbitkan obligasi. Dengan demikian, DIM menjadi kendaraan pendanaan utama grup.

Profil DIM di pasar juga meningkat setelah perseroan menghimpun utang subordinasi sebesar Rp 68,4 triliun, fasilitas kredit revolving multivaluta dengan komitmen pendanaan US$ 1 miliar serta menerbitkan obligasi global perdana senilai US$ 1,5 miliar.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...