Daftar 92 Saham Keluar FCA Hari Ini Saat Harga Rp1 Berlaku, Ada PPRO, ELTY, VIVA
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan 92 saham dari Papan Pemantauan Khusus yang diperdagangkan dengan mekanisme Full Call Auction (FCA) mulai Senin (28/9). Perubahan ini berlangsung bersamaan dengan pemberlakuan batas harga minimum saham Rp 1 di pasar reguler.
Sejumlah saham yang keluar dari FCA merupakan emiten yang selama ini ramai menjadi perhatian investor, termasuk PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA).
Berdasarkan data per 25 September 2026, sebanyak 44 dari 92 saham yang keluar dari Papan Pemantauan Khusus masih aktif diperdagangkan. Sementara 48 saham lainnya masih dalam status suspensi.
Dari 44 saham yang aktif tersebut, 28 saham atau sekitar 64% masih diperdagangkan di bawah Rp 50 per saham. Artinya, perubahan aturan BEI membuka jalan bagi puluhan saham berharga rendah tersebut untuk kembali diperdagangkan menggunakan mekanisme continuous auction meski harganya berada di bawah level gocap.
PPRO menjadi salah satu saham dengan harga terendah dalam kelompok tersebut. Berdasarkan harga perdagangan terakhir per 25 September, saham anak usaha PT PP (Persero) Tbk itu berada di kelompok saham dengan harga di bawah Rp 20.
Selain PPRO, saham Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), Express Transindo Utama Tbk (TAXI), Quantum Clovera Investama Tbk (KREN), dan Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) juga berada di kelompok harga di bawah Rp 20.
Sementara itu, ELTY dan VIVA berada di kelompok saham dengan harga Rp 30 hingga Rp 39. Keduanya merupakan emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie.
Perubahan tersebut membuat saham-saham yang keluar dari FCA kembali mengikuti mekanisme perdagangan normal serta ketentuan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Likuiditas saham juga berpotensi meningkat karena transaksi tidak lagi dilakukan melalui mekanisme Periodic Call Auction.
“Potensi lebih likuid, transaksi kembali menggunakan mekanisme perdagangan normal,” tulis Mirae Asset Sekuritas, dikutip Minggu (27/9).
Harga Saham Kini Bisa Turun hingga Rp 1
Keluarnya 92 saham dari FCA bertepatan dengan pemberlakuan kebijakan baru BEI yang mengubah batas minimum harga saham di pasar reguler dari Rp 50 menjadi Rp 1 mulai 28 September 2026.
Dengan ketentuan baru tersebut, saham yang diperdagangkan di bawah Rp 50 tidak otomatis harus berada di Papan Pemantauan Khusus hanya karena faktor harga. Saham yang keluar dari papan tersebut juga tetap dapat diperdagangkan meski harganya berada di bawah level gocap.
BEI sebelumnya menjelaskan penurunan batas minimum harga saham menjadi Rp 1 bertujuan antara lain meningkatkan likuiditas dan memperbaiki proses price discovery pada saham dengan likuiditas rendah.
Meski demikian, keluarnya saham dari FCA tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kondisi fundamental emiten.
“Keluar FCA bukan berarti fundamental membaik, mekanisme baru justru dapat meningkatkan fluktuasi harga. Tetap perhatikan fundamental, likuiditas, dan risiko sebelum mengambil keputusan investasi,” tulis Mirae Asset Sekuritas.
Alasan 92 Saham Keluar FCA
Perubahan daftar saham Papan Pemantauan Khusus berkaitan dengan revisi Peraturan BEI Nomor I-X. Bursa menghapus kriteria 1, 6, 7, dan 10 yang sebelumnya menjadi sebagian dasar penempatan saham pada Papan Pemantauan Khusus.
Kriteria 1 antara lain mencakup perusahaan yang selama tiga bulan terakhir memiliki rata-rata harga saham kurang dari Rp 51, nilai transaksi rata-rata harian kurang dari Rp 5 juta, serta volume transaksi rata-rata harian kurang dari 10 ribu saham.
Adapun kriteria 7 berkaitan dengan rendahnya likuiditas saham selama tiga bulan terakhir, sedangkan kriteria 10 terkait penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan aktivitas perdagangan.
“Terkait dengan perubahan I-X tersebut, dan berkaitan dengan pencabutan ketentuan harga minimum Rp 50 menjadi Rp 1 maka saham-saham yang terkena kriteria 1, 6, 7, dan 10 tanpa adanya kriteria lainnya, akan dipindahkan kedalam papan continuous auction (pasar Reguler) per tanggal 28 September 2026,” tulis Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Sabtu (26/9).
Daftar 92 Saham Keluar dari FCA
Berikut daftar saham yang keluar dari Papan Pemantauan Khusus mulai 28 September 2026:
POLL – Pollux Properties Indonesia
PBRX – Pan Brothers
TECH – Indosterling Technomedia
SUPR – Solusi Tunas Pratama
ARKA – Arkha Jayanti Persada
AKKU – Anugerah Kagum Karya Utama
ANDI – Andira Agro
ARMY – Armidian Karyatama
BAPI – Bhakti Agung Propertindo
BLTA – Berlian Laju Tanker
BLTZ – Graha Layar Prima
BSWD – Bank of India Indonesia
BTEK – Bumi Teknokultura Unggul
CPRI – Capri Nusa Satu Properti
DUCK – Jaya Bersama Indo
ELTY – Bakrieland Development
GAMA – Aksara Global Development
HADE – Himalaya Energi Perkasa
HOME – Hotel Mandarine Regency
IIKP – Inti Agri Resources
IKAI – Intikeramik Alamasri Industri
KIAS – Keramika Indonesia Assosiasi
LCGP – Eureka Prima Jakarta
MAGP – Multi Agro Gemilang Plantation
MIRA – Mitra International Resources
NUSA – Sinergi Megah Internusa
PLAS – Polaris Investama
POOL – Pool Advista Indonesia
RIMO – Rimo International Lestari
SCPI – Organon Pharma Indonesia
SKYB – Northcliff Citranusa Indonesia
SONA – Sona Topas Tourism Industry
SUGI – Sugih Energy
TAMU – Pelayaran Tamarin Samudra
TARA – Agung Semesta Sejahtera
TAXI – Express Transindo Utama
TFCO – Tifico Fiber Indonesia
TRAM – Trada Alam Minera
TRIL – Triwira Insanlestari
UNIT – Nusantara Inti Corpora
VIVA – Visi Media Asia
HITS – Humpuss Intermoda Transportasi
SWAT – Sriwahana Adityakarta
BEKS – Bank Pembangunan Daerah Banten
CBMF – Cahaya Bintang Medan
KBAG – Karya Bersama Anugerah
KREN – Quantum Clovera Investama
NASA – Andalan Perkasa Abadi
PPRO – PP Properti
PURA – Putra Rajawali Kencana
BAUT – Mitra Angkasa Sejahtera
FASW – Fajar Surya Wisesa
LMSH – Lionmesh Prima
BEBS – Berkah Beton Sadaya
HRME – Menteng Heritage Realty
WINR – Winner Nusantara Jaya
IBST – Inti Bangun Sejahtera
LIFE – MSIG Life Insurance Indonesia
WSKT – Waskita Karya
ALTO – Tri Banyan Tirta
ASMI – Asuransi Maximus Graha Persada
INCF – Indo Komoditi Korpora
IPPE – Indo Pureco Pratama
WMPP – Widodo Makmur Perkasa
IFSH – Ifishdeco
MFMI – Multifiling Mitra Indonesia
ALMI – Alumindo Light Metal Industry
PLIN – Plaza Indonesia Realty
ADES – Akasha Wira International
MTSM – Metro Realty
SMCB – Solusi Bangun Indonesia
BHIT – MNC Asia Holding
IPTV – MNC Vision Networks
RAFI – Sari Kreasi Boga
SAGE – Saptausaha Gemilangindah
DUTI – Duta Pertiwi
FIMP – Fimperkasa Utama
MAPB – Map Boga Adiperkasa
SOSS – ALSOK Indonesia Services
PACK – Abadi Nusantara Hijau Investama
PCAR – Prima Cakrawala Abadi
INRU – Toba Pulp Lestari
PTMR – Master Print
WIKA – Wijaya Karya
MENN – Menn Teknologi Indonesia
MLIA – Mulia Industrindo
URBN – Urban Jakarta Propertindo
PNGO – AEP Pinago Plantations
BIKE – Bhineka Inovasi Ketahanan Energi
DPNS – Duta Pertiwi Nusantara
EDGE – Indointernet
GRPH – Griptha Putra Persada
