IHSG Berpotensi Turun Dekati 6.000, Saham BMRI, PTBA dan INCO Masuk Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan turun pada perdagangan, Selasa (29/9). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) hingga PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG akan melanjutkan penurunan ke level 6.015-6.029 setelah penembusan di bawah 6.159 yang terjadi pada hari Senin. Adapun probabilitas skenario biru pada chart akan meningkat apabila IHSG masih tertekan hingga di bawah 6.015.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” seperti yang ditulis Ivan dalam risetnya dikutip Selasa (29/9).
Level support IHSG berada di 6.015, 5.850 dan 5.607, sementara level resisten berada di 6.258, 6.423, 6.552 dan 6.712.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Ivan merekomendasikan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas juga mengatakan secara teknikal IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi setelah menembus neckline pola Head and Shoulders di level 6.375.
Menurut Danareksa Sekuritas, MACD masih menunjukkan bearish momentum, dengan support terdekat di 6.110, diikuti 6.030. Sementara itu, resistance berada di 6.185, kemudian area 6.230–6.270.
Pergerakan selanjutnya akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area support serta perkembangan volatilitas selama fase adaptasi kebijakan BEI.
Sementara itu, fokus sentimen hari ini tertuju pada fase adaptasi terhadap kebijakan BEI yang menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp 1. Perubahan ini berpotensi meningkatkan volatilitas, khususnya pada saham berharga rendah, seiring penyesuaian rentang harga dan mekanisme auto rejection.
Dari eksternal, tekanan masih berasal dari ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, penguatan DXY di atas 101 serta kenaikan harga minyak akibat ketegangan AS–Iran yang memperbesar risiko inflasi global.
BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
