VKTR Incar Rp 3 Triliun lewat Rights Issue, Porsi Investor Bisa Terdilusi 25%

Nur Hana Putri Nabila
29 September 2026, 17:04
VKTR
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.
Pekerja merakit kendaraan listrik jenis bus di pabrik PT VKTR Sakti Industries Tempuran, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (29/5/2025). Pabrik tersebut memproduksi kendaraan listrik komersial berbasis Completely Knocked Down (CKD) pertama di Indonesia yang dirancang khusus untuk merakit bus dan truk listrik sebagai tulang punggung ekosistem kendaraan listrik nasional dari hulu ke hilir.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan nilai maksimal Rp 3 triliun.

Dalam aksi korporasi kali ini, VKTR menawarkan sebanyak-banyaknya 15 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham. Jumlah itu setara dengan 25,53% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah rights issue.

Namun pemegang saham akan terdilusi hingga 25,53% jika tidak mengikuti rights issue itu. “Pemegang saham VKTR yang tidak melaksanakan HMETD, maka proporsi kepemilikan sahamnya dalam perseroan akan terdilusi sampai dengan 25,53%,” tulis  manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (29/9). 

Selain itu, pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 8 Oktober 2026 berhak memperoleh 12 HMETD untuk setiap kepemilikan 35 saham. Setiap satu HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp 200 per saham.

Dalam pelaksanaan rights issue ini, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku pemegang saham utama menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD. Sebagai gantinya, BNBR akan mengalihkan seluruh hak tersebut kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI).

BCI menyatakan akan menyerap rights issue yang dialihkan BNBR sebanyak 3,66 miliar saham dengan nilai sekitar Rp 732,12 miliar. Selain itu, BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk menyerap sisa saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya.

Manajemen VKTR mengatakan, BCI akan menyerap sisa saham sebanyak-banyaknya 3,08 miliar saham senilai maksimal Rp 617,87 miliar. Sementara itu, BIS akan menyerap hingga 8,25 miliar saham senilai Rp 1,65 triliun.

Total komitmen kedua pembeli siaga mencapai maksimal 11,33 miliar saham atau setara Rp 2,27 triliun, dengan harga pelaksanaan yakni Rp 200 per saham.

“Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk membeli seluruh sisa saham yang tidak diambil bagian dengan harga yang sama dengan harga lelaksanaan, yaitu Rp 200 atau 11,33 miliar,” tulis manajemen.

Sebanyak 66,86% dana hasil rights issue akan digunakan VKTR untuk menyetor modal kepada anak usahanya, PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI). Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar mobil bekas dan penyewaan kendaraan bermotor itu akan menggunakan dana tersebut sebagai modal kerja untuk membeli kendaraan listrik dari VKTR pada 2026–2027.

Pembelian kendaraan listrik dari VKTR dilakukan SEI untuk mendukung bisnis penyewaan kendaraan listrik dan memenuhi kebutuhan pelanggan. “Perseroan melalui SEI mengembangkan model bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS) untuk mendukung usaha penyewaan kendaraan listrik dalam memenuhi kebutuhan mobilitas pelanggan secara efisien,” ungkap manajemen.

Sementara itu, sisanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan. Penggunaannya mencakup biaya administrasi umum, pembelian persediaan bus listrik, truk listrik, transporter listrik, dan forklift listrik, dan biaya lain yang berkaitan dengan pengadaan persediaan tersebut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...