Divestasi Besar-besaran Wijaya Karya (WIKA) Bergulir, Tembus Rp5,5 T hingga 2028

Nur Hana Putri Nabila
1 Oktober 2026, 15:22
Foto udara suasana proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2026). PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat progres konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B sepanjang 6,67 kilometer yang merupaka
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.
Foto udara suasana proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2026). PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat progres konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B sepanjang 6,67 kilometer yang merupakan infrastruktur multifungsi yang tidak hanya mendukung konektivitas transportasi, tetapi juga terintegrasi sebagai tanggul laut untuk membantu mengatasi permasalahan banjir rob di kawasan pesisir Semarang tersebut hingga Mei 2026 telah mencapai 83,39 persen
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengatakan total divestasi WIKA mencapai Rp 5,5 triliun secara berharap hingga 2026–2028. 

Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi, mengungkapkan rencana divestasi aset merupakan bagian dari restrukturisasi keuangan yang diusulkan perseroan kepada pihak perbankan dan pemegang obligasi.

“Secara keseluruhan, jumlah divestasi WIKA adalah Rp 5,5 sekian triliun di 2026, 2027 dan tahun 2028,” ujarnya dalam paparan publik 2026, Kamis (1/10). 

Mulyadi menjelaskan, restrukturisasi keuangan WIKA mencakup divestasi aset, penyelesaian kewajiban perbankan melalui divestasi aset anak usaha, hingga  pengembalian pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada induk usaha. 

Dana yang dikembalikan ke induk usaha tersebut akan digunakan untuk memenuhi kewajiban perseroan kepada pemegang surat utang dan perbankan. Selain restrukturisasi keuangan, WIKA juga akan kembali berfokus pada bisnis inti (core business) sebagai bagian dari proses restrukturisasi.

Di sisi lain, Direktur Utama WIKA, I Ketut Pasek Senjaya Putra, mengatakan pelepasan aset difokuskan untuk menyelesaikan utang dalam jumlah besar. Aset yang masuk dalam rencana divestasi mencakup kepemilikan mayoritas maupun minoritas di sejumlah ruas jalan tol, bisnis jasa pengelolaan air, hingga sektor energi.

Ia menegaskan, seluruh keuntungan dari transaksi pelepasan aset tersebut akan dialokasikan untuk mempercepat pelunasan utang perseroan.

Minta Restu Restrukturisasi Surat Utang Rp 10,2 Triliun di 2026

Selain divestasi aset, WIKA juga meminta persetujuan pemegang surat utang untuk restrukturisasi senilai Rp 10,2 triliun sepanjang 2026. Sementara itu, restrukturisasi kewajiban kepada perbankan ditargetkan mencapai Rp 17,6 triliun pada tahun ini.

Mulyadi mengatakan perseroan masih terus berdiskusi dengan pihak perbankan terkait rencana tersebut. WIKA juga menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) untuk menyepakati jangka waktu pembayaran imbal hasil.

Di sisi operasional, WIKA akan kembali berfokus pada bisnis inti (core business) yang mampu menghasilkan tingkat pengembalian signifikan. Perseroan menargetkan tingkat pengembalian minimal 8% untuk proyek kerja sama operasi (JO) dan di atas 10% untuk proyek reguler. Di samping itu, program perampingan bisnis juga menjadi bagian dari strategi restrukturisasi WIKA.

“WIKA akan fokus kepada efisiensi di biaya usaha, efisiensi ke unit bisnis, dan menjadikan unit bisnis WIKA related to core business,” ucap Mulyadi.



add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...