Akuisisi Seafer Tambah Bank Tanah KIJA 500 Hektare, Saham Ditarget ke Rp 212

Karunia Putri
5 Oktober 2026, 11:56
Saham
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Suasana aktivitas Pusat Logistik Berikat (PLB) Cikarang Dry Port, Jalan Dry Port Raya Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Jumat, (23/09). Cikarang Dry Port dikelola oleh PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten sektor properti PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) resmi menjadi pengendali perusahaan pengembang kawasan industri PT Kawasan Industri Seafer (KIS) di Kendal, Jawa Tengah. Akuisisi itu menambah bank tanah atau land bank Jababeka sebesar 500,24 hektare dan dinilai dapat menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.

Jababeka mengambil alih 51% saham KIS melalui anak usahanya, PT Indocargomas Persada (IP). Transaksi dilakukan dengan membeli 340.863.090 saham KIS senilai Rp 340,86 miliar. Sementara itu, PT Seafer Lumina Capital masih menguasai 327.495.910 saham KIS atau setara dengan 49% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor.

“Dengan dilaksanakannya transaksi tersebut, IP menjadi pemegang saham pengendali KIS dengan kepemilikan sebesar 51,00%,” ungkap Corporate Secretary KIJA, Budianto Liman, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/10).

Budi menuturkan, aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi KIJA untuk memperluas dan mengembangkan bisnis kawasan industri, khususnya di Jawa Tengah. Melalui KIS, perseroan dapat mengoptimalkan potensi pengembangan land bank yang dimiliki perusahaan.

“Transaksi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan industri di Kendal serta memberikan peluang bagi KIJA untuk meningkatkan skala dan potensi usaha kawasan industri,” kata Budi.

KIS adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan kawasan industri dengan land bank sekitar 5.002.363 meter persegi atau 500,24 hektare di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai akuisisi tersebut dapat memperkuat posisi KIJA dalam bisnis kawasan industri. Nafan pun merekomendasikan saham KIJA untuk ditambah atau add dengan target harga Rp 212 per saham.

Menyusul pengumuman akuisisi itu, pada perdagangan Senin (5/10), saham KIJA sempat melonjak 7,95% ke level Rp 163 per saham secara intraday pada pukul 09.38 WIB. Namun, sejak awal tahun saham KIJA masih tercatat anjlok 23,81%.

Menurut Nafan, luas lahan KIS serta rekam jejaknya sebagai bagian dari proyek strategis nasional (PSN) pada 2019 memberikan nilai strategis bagi KIJA. Aset tersebut berpotensi dikembangkan untuk menangkap peluang relokasi maupun ekspansi industri, terutama sektor manufaktur, logistik, dan industri berorientasi ekspor.

KIS sebelumnya tercatat sebagai bagian dari PSN berdasarkan Perpres Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, serta masuk dalam agenda RPJMN 2025-2029 sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Kendati demikian, Nafan memperkirakan kontribusi KIS terhadap pendapatan dan laba KIJA belum akan signifikan dalam jangka pendek. Pengembangan kawasan industri membutuhkan belanja modal, pembangunan infrastruktur serta waktu untuk mencapai tingkat okupansi yang optimal.

“Ke depan, prospek fundamental KIJA menurut saya cenderung semakin positif apabila manajemen mampu mengakselerasi monetisasi land bank KIS melalui penjualan lahan dan menarik tenant baru,” kata Nafan kepada Katadata, Senin (5/10).

Menurut dia, sinergi KIS dengan kawasan industri KIJA di Cikarang juga dapat memperkuat diversifikasi sumber pendapatan sekaligus memperpanjang visibilitas pertumbuhan perseroan.

Dari sisi saham, aksi korporasi tersebut berpotensi menjadi katalis positif karena pasar cenderung mengapresiasi penambahan aset produktif dan pipeline pengembangan baru. Namun, investor tetap perlu mencermati valuasi akuisisi, struktur pendanaan, kebutuhan belanja modal, serta kecepatan monetisasi lahan.

“KIJA memiliki prospek fundamental yang semakin menarik untuk horizon menengah-panjang, dengan potensi rerating apabila akuisisi KIS mulai menghasilkan pertumbuhan marketing sales, pendapatan dan EBITDA yang terukur,” ujar Nafan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...