Hitung-hitungan Haji Isam Akuisisi 30,25% BYAN, Berapa Lama Dividen Balik Modal?
Rencana Haji Isam menguasai 30,21% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membuka peluang meraup dividen jumbo dari emiten batu bara tersebut. Melalui PT Jhonlin Baratama, jumlah saham BYAN yang dicaplok Haji Isam mencapai 10,08 miliar saham.
Setelah pengumuman pembelian, saham BYAN terpantau mencatatkan transaksi crossing jumbo di pasar negosiasi pada Rabu (7/10) dengan total transaksi sekitar 10,08 miliar saham atau Rp 26,1 triliun, di harga Rp 2.588 per saham. Aksi senyap itu terjadi tiga kali.
Dengan asumsi imbal hasil dividen (dividend yield) mencapai 10% per tahun, berapa lama waktu yang dibutuhkan Haji Isam untuk menutup dana akuisisi hanya mengandalkan dari pembagian dividen?
Menurut hitung-hitungan Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Fauzan Luthfi Djamal, dividend yield BYAN sebesar 10% sudah tidak lagi mencerminkan kondisi saat ini. Pada tahun buku 2025, BYAN membagikan dividen sebesar US500jutaatauUS 0,015 per saham, setara 65% dari laba bersih US$ 767 juta.
Dengan harga saham Rp 11.950, imbal hasil dividen tersebut hanya sekitar 2,3%. Adapun tren pembagian dividen BYAN juga terus menurun, dari US$ 800 juta pada 2023, US$ 700 juta pada 2024, menjadi US$ 500 juta pada 2025.
Dengan asumsi kepemilikan 30% dan besaran dividen tahun buku 2025, Haji Isam lewat Jhonlin Baratama berpotensi meraup dividen sekitar US$ 151 juta atau Rp2,7 triliun per tahun.
“Harga transaksi memang belum diungkapkan, sehingga periode pengembalian sepenuhnya bergantung pada angka resmi nanti,” ucap Fauzan kepada Katadata.co.id, Kamis (9/10).
Berdasarkan perhitungan Fauzan, balik modal dari dana akuisisi membutuhkan waktu sekitar 44 tahun. jika menggunakan acuan harga pasar, 20 tahun berdasarkan rumor nilai transaksi Rp 53,1 triliun, dan sembilan tahun berdasarkan rumor transaksi US$ 3 miliar untuk 62% saham.
Namun, Fauzan mengatakan perhitungan tersebut belum memperhitungkan beban bunga jika akuisisi menggunakan pinjaman.
“Dengan asumsi bunga 9%, dividen tidak cukup untuk menutup beban bunga jika nilai akuisisi di atas Rp 25 triliun dengan rasio pinjaman terhadap nilai jaminan (LTV) yang tinggi,” kata Fauzan.
Haji Isam Gadai 100% Saham PGUN dan JARR
JARR sebelumnya mengumumkan telah menggadaikan saham pengendali perseroan, PT Eshan Agro Sentosa kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada Rabu (30/9) pekan lalu. Sementara laporan mengenai aksi korporasi itu disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (7/10).
Dalam dokumen itu disebutkan, PT Eshan Agro Sentosa menggadaikan saham ke BMRI mencapai 7.997.556.204 lembar atau 100% dari total saham yang dimiliki Eshan.
"Penandatanganan akta gadai saham milik PT Eshan Agro Sentosa, yang merupakan pengendali dari perseroan dalam rangka bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas Kredit yang diperoleh perseroan dari Bank Mandiri," ungkap Direktur Utama JARR, Indra Irawan, dalam dokumen tersebut.
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melaporkan penggadaian seluruh saham milik tiga pemegang sahamnya, yakni PT Araya Agro Lestari sebanyak 2,20 miliar saham, PT Citra Agro Raya sebanyak 2,19 miliar saham, dan PT Baramega Citra Mulia Persada sebanyak 900 juta saham.
Transaksi tersebut berlangsung pada 30 September 2026 sebagai bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan dari BMRI.
