Net Sell Tembus Rp 2,92 T saat IHSG Anjlok 10,76%, Saham 4 Bank Jumbo Dilego

Nur Hana Putri Nabila
16 Oktober 2026, 12:17
Pekerja berada di dekat layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) setelah IHSG dibuka melemah 8,01% ke level 5.393 im
Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berada di dekat layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup babak belur 10,76% ke 5.233 pada perdagangan saham sesi pertama hari ini, Jumat (16/10). Hanya 14 saham menguat, 771 saham terkoreksi, dan 3 tidak bergerak. 

Anjloknya pasar Indonesia imbas MSCI membuka opsi akan menurunkan status status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Nantinya Indonesia akan kehilangan statusnya sebagai pasar negara berkembang dan akan setara dengan negara yang sempat bangkrut, yaitu Argentina, Lebanon, Ukraina, dan Zimbabwe.

Secara year to date (ytd) IHSG anjlok 39,48% dan tergelincir 18,76% dalam sebulan terakhir.  Berdasarkan Stockbit Sekuritas net foreign sell mencapai Rp 2,92 triliun pada siang ini, Secara rinci foreign buy sebesar Rp 5,21 triliun dan foreign sell Rp 8,13 triliun. 

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling banyak dijual asing dengan mencapai Rp 1,98 triliun. Diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 630,97 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 485,08 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 32,81 miliar. 

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 17,33 triliun dengan volume 38,69 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,35 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sesi pertama hari ini Rp 9.245 triliun.

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, seluruh sektor berada di zona merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni bahan baku yang terperosok 13,01%. Adapun saham yang berada di zona merah yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 12,37% ke Rp 2.620. 

Bursa saham Asia seluruhnya justru di zona hijau. Indeks Hang Seng naik 1,21%, Nikkei tumbuh 1,85%, Shanghai Composite terangkat 0,95%, dan Straits Times naik 0,73%.

 Saham top gainers:

  • PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) naik 25% ke Rp 5.625
  • PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik 24,93% ke Rp 4.710
  • PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) naik 24,81% ke Rp 3.220

Saham top losers:

  • PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) turun 15% ke Rp 85
  • PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 14,96% ke Rp 108
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 14,91% ke Rp 468
 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...