IHSG Sesi I Turun ke Level 5.234, Asing Lepas BMRI - BBRI dan Net Sell Rp 581 M

Image title
21 Oktober 2026, 13:12
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). IHSG anjlok 5,05% atau 261,84 poin ke level 4.923 pada perdagangan sesi pertama dengan seban
Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). IHSG anjlok 5,05% atau 261,84 poin ke level 4.923 pada perdagangan sesi pertama dengan sebanyak 744 saham ditutup turun, 42 saham naik dan 13 saham lainnya tak bergerak.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi pertama Rabu (21/10). IHSG terkoreksi 0,84% atau sekitar 44,53 poin ke level 5.234, setelah sempat dibuka menguat pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.310,85, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 5.278,89. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga akhir sesi pertama dan indeks berbalik ke zona merah.

Tekanan jual terlihat dari pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 472 saham melemah, sementara 212 saham menguat dan 105 saham lainnya bergerak stagnan.

Dari sisi transaksi, total nilai perdagangan saham tercatat sebesar Rp 9,6 triliun dengan volume mencapai 18,90 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi mencapai 1,086 juta kali, sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 923,1 triliun.

Tekanan terhadap pasar saham juga tercermin dari transaksi investor asing. Pada sesi pertama, investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 581,59 miliar, dengan nilai pembelian asing (foreign buy) sebesar Rp 3,42 triliun. 

 

Saham BBCA Ramai Dibeli, BMRI Dilepas

Di tengah penurunan IHSG, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu saham yang paling banyak dibeli investor asing, dengan nilai pembelian bersih sebesar Rp 296,94 miliar dan volume 56,61 juta saham. Berikutnya, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan nilai pembelian bersih Rp18,90 miliar dengan volume 43,80 juta saham.

Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi salah satu saham yang paling banyak dilepas investor asing, dengan nilai penjualan bersih Rp 112,57 miliar dan volume 30,68 juta saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mencatatkan net sell Rp 99,56 miliar dengan volume 36,08 juta saham.

Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan penjualan bersih investor asing sebesar Rp 64,96 miliar dengan volume 24,22 juta saham.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menekan pergerakan IHSG pada sesi pertama. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 3,8%, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 2,4%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 2,2%, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah 2,0%.

Dari kelompok saham yang menjadi pemberat indeks, BYAN turun 3,25% ke level 9.650, AMMN melemah 2,41% ke level 3.640, dan MORA terkoreksi 5,89% ke level 3.190.

Sementara itu, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan dan menahan pelemahan indeks lebih dalam. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 5,50% ke level 2.110, sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menguat 4,76% ke level 6.050. Saham AADI juga naik 1,59% ke level 11.125.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...