IHSG Dibuka Rontok 1,52% ke Level 5.247, Bursa Asia Kompak Melemah

Ira Guslina Sufa
22 Oktober 2026, 09:25
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). IHSG anjlok 5,05% atau 261,84 poin ke level 4.923 pada perdagangan sesi pertama dengan seban
Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). IHSG anjlok 5,05% atau 261,84 poin ke level 4.923 pada perdagangan sesi pertama dengan sebanyak 744 saham ditutup turun, 42 saham naik dan 13 saham lainnya tak bergerak.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (22/10). Pelemahan terjadi seiring tekanan jual yang mendominasi pasar saham domestik dan pelemahan sejumlah bursa utama Asia.

Penurunan IHSG juga dipicu sentimen dari investor setelah penyampaian pidato Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (21/10) sore. Dalam pidatonya Prabowo menyinggung proposal dari lembaga penyedia indeks MSCI yang membuka potensi mengeluarkan saham RI dari indeks negara berkembang (emerging market) dan masuk ke standalone market. 

Mengacu pada data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG merosot 81,12 poin atau 1,52% ke level 5.247,24 pada awal perdagangan. Sebelumnya, indeks ditutup pada posisi 5.328,36.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat bergerak dalam rentang 5.185,53–5.250,94. Tekanan jual tercermin dari jumlah saham yang melemah, yakni sebanyak 557 saham. Sebaliknya, hanya 82 saham yang menguat, sementara 324 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan pada awal sesi mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 978,4 miliar, dengan volume mencapai 1,935 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 112.500 kali, sedangkan kapitalisasi pasar BEI berada di level Rp 9.248 triliun.

Tekanan di pasar saham tidak hanya terjadi pada IHSG. Sejumlah indeks acuan di BEI juga bergerak melemah pada awal perdagangan. Indeks LQ45 turun 8,35 poin atau 1,56% ke posisi 527,41. Koreksi yang meluas di berbagai indeks tersebut sejalan dengan dominasi saham yang bergerak di zona merah pada awal perdagangan.

Sentimen negatif juga mewarnai perdagangan saham di kawasan Asia. Sejumlah indeks utama regional kompak melemah pada Kamis (22/10).

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 454,48 poin atau 1,92% ke level 23.197,39. Sementara itu, indeks KOSPI Composite Korea Selatan terkoreksi 113,93 poin atau 1,99% ke posisi 5.621,73.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 467,38 poin atau 0,72% ke level 64.153,86. Indeks SSE Composite China juga turun 28,83 poin atau 0,78% menjadi 3.684,19.

Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 43 poin atau 0,49% ke posisi 8.788,30. Pelemahan serentak di sejumlah bursa Asia menunjukkan tekanan pasar yang juga terjadi di luar Indonesia. Meski demikian, pergerakan indeks pada awal sesi perdagangan ini belum cukup untuk memastikan arah pasar hingga penutupan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...