Danantara Bidik Investasi Rp 539,5 Triliun di NAF 2026, Indonesia Incar 50%
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan total investasi yang masuk ke kawasan Asia mencapai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 539,58 triliun melalui New Asia Forum (NAF) 2026. Dari jumlah tersebut, Indonesia menargetkan dapat menarik investasi sebesar US$ 15 miliar atau separuh dari total target.
Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury mengatakan, NAF 2026 akan digelar pada 3–4 Desember 2026 di Bali. Forum itu bertujuan mempertemukan investor global dengan peluang investasi jangka panjang di Asia, termasuk Indonesia.
Pahala menyatakan, pihaknya optimistis Indonesia dapat menarik separuh dari total investasi yang ditargetkan melalui forum tersebut. Menurut dia, NAF juga diharapkan dapat mendorong masuknya investasi swasta ke Indonesia dengan melibatkan pengusaha dan berbagai asosiasi bisnis.
“Kita berharap ya, kalau lihat dari angka pertumbuhan yang mungkin 40–50%-nya akan ke Indonesia,” kata Pahala dalam acara Media Coffee Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).
Dia menuturkan, penyelenggaraan NAF dilatarbelakangi oleh ketimpangan antara kontribusi Asia terhadap pertumbuhan ekonomi global dan aliran modal yang masuk ke kawasan. Menurut dia, Asia, khususnya Asia Tenggara, berkontribusi sekitar 60% terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, kawasan ini hanya menerima kurang dari 30% dari total modal global.
“Artinya, ada ketidakseimbangan. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan dunia mencapai sekitar 60%, tetapi modal global yang mengalir ke kawasan ini kurang dari 30%,” ujar Pahala.
Dia menilai, akses terhadap permodalan diperlukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, Danantara berharap NAF dapat mempertemukan pemilik modal global dengan peluang investasi di Asia sekaligus meningkatkan aliran investasi ke Indonesia. Danantara juga mendorong pengusaha swasta, termasuk anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk memanfaatkan forum tersebut guna menjaring peluang itu.
Dalam forum itu nantinya, Danantara sudah memetakan delapan sektor yang diproyeksikan menjadi tujuan aliran modal dalam satu dekade mendatang. Sektor tersebut antara lain sumber daya strategis dan hilirisasi, energi dan ketenagalistrikan, mobilitas dan manufaktur maju serta infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, investasi juga diarahkan ke sektor pangan dan agribisnis, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
