Membaca Sinyal Belanja Saham Danantara Jelang RUPSLB BEI, Bagaimana Skenarionya?

Karunia Putri
28 Oktober 2026, 05:35
Ilustrasi Danantara Indonesia
Dok.Danantara Indonesia
Ilustrasi Danantara Indonesia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (28/10). Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah rencana demutualisasi bursa. Usai demutualisasi, kepemilikan saham BEI tidak lagi terbatas pada anggota bursa.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik sebelumnya menyebut demutualisasi menjadi salah satu pembahasan dalam rapat tersebut. Aturan mengenai demutualisasi bursa dan ketentuan mengenai kepemilikan saham bursa setelah demutualisasi telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek Indonesia.

Lewat demutualisasi, saham BEI yang sebelumnya hanya dapat dimiliki oleh para anggota bursa nantinya dapat dimiliki oleh perseorangan maupun badan hukum Indonesia, baik yang berstatus anggota bursa maupun bukan anggota bursa.

Salah satu pihak yang terang-terangan telah menyatakan minat untuk menjadi pemegang saham BEI adalah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia. Khusus untuk Danantara, POJK Nomor 13 tersebut memiliki pasal tersendiri yang menyatakan Danantara boleh menjadi pemegang saham BEI. Ketentuan itu termaktub dalam pasal Pasal 8 POJK No. 13/2026. 

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani sebelumnya menyebut porsi kepemilikan Danantara di BEI diperkirakan berkisar 5% hingga 10% setelah demutualisasi. Namun menjelang pelaksanaan RUPSLB, pasar saham Indonesia mengalami guncangan cukup besar. 

Salah satu pemicunya adalah pengumuman dari lembaga penyedia indeks MSCI yang membuka opsi menggeser status pasar saham RI dari emerging market menjadi standalone market.  Pengumuman itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG) rontok beberapa hari. 

IHSG Anjlok Jelang RUPSLB

Menjelang RUPSLB, IHSG justru anjlok 1,99% ke level 5.266 pada penutupan perdagangan Selasa (27/10). Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pelemahan IHSG tidak semata-mata dipicu oleh agenda RUPSLB. 

Menurut dia, koreksi terjadi akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik, terutama kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan arus dana asing, ketidakpastian reformasi pasar modal serta kejelasan kebijakan yang akan diumumkan otoritas bursa.

“Menjelang RUPSLB BEI, investor berpotensi mengambil sikap wait and see dan mengurangi eksposur risiko untuk sementara waktu,” ujar Nafan kepada Katadata, Selasa (27/10).

Menurut Nafan, sikap tersebut dapat muncul jika investor masih menghadapi ketidakpastian mengenai perubahan struktur kepemilikan maupun arah kebijakan pasar modal ke depan.

Namun, Nafan mengingatkan aksi jual yang dipicu agenda RUPSLB perlu dibedakan dari koreksi akibat tekanan pasar secara lebih luas. Agenda rapat dan rencana masuknya Danantara memang dapat memengaruhi psikologi investor, tetapi menurtunya belum cukup untuk menyimpulkan keduanya sebagai penyebab pelemahan IHSG.

Besaran kepemilikan Danantara juga perlu dicermati hingga ada kejelasan resmi mengenai struktur kepemilikan dan tata kelola BEI.

“Menurut saya, faktor penentu arah IHSG selanjutnya bukan semata-mata siapa yang akan menjadi pemegang saham BEI, melainkan sejauh mana reformasi tersebut mampu meningkatkan transparansi, kredibilitas, dan kepercayaan investor, khususnya investor asing,” kata Nafan.

Jika hasil RUPSLB memberikan kejelasan regulasi dan memperkuat tata kelola, hal itu berpotensi menjadi sentimen positif dalam jangka menengah. Namun, selama ketidakpastian terkait MSCI dan tekanan arus dana asing masih membayangi, volatilitas IHSG berpotensi tetap tinggi.

Sinyal Danantara Masuk Pasar Saham Indonesia

Dalam dua pekan terakhir, Danantara berulang kali menyampaikan kalau valuasi saham di pasar Indonesia menarik untuk investasi. Berdasarkan catatan Katadata, bos-bos Danantara setidaknya lima kali menyampaikan rencana untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia dalam berbagai kesempatan.

Lima belas hari menjelang RUPSLB BEI, Selasa (13/10), Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengatakan Danantara berencana meningkatkan investasi di dalam negeri. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menjadi pemegang saham BEI setelah demutualisasi. Namun Pandu tidak mengungkapkan besaran porsi kepemilikan yang diincar.

“Dan juga posture kita dalam berinvestasi mungkin akan lebih lagi ke domestik. Contohnya, kita akan mungkin lebih berinvestasi, tentu tadi bicara soal demutualisasi,” kata Pandu kepada Katadata di Bangkok dua pekan lalu.

Dia pun optimis terhadap prospek pasar saham Indonesia. Menurut Pandu, valuasi saham saat itu menarik dengan rasio harga saham terhadap laba bersih atau price to earnings ratio (PER) sekitar sembilan kali. Katanya itu adalah level termurah dalam 20 tahun terakhir.

“Itu sangat membantu kami,” ujarnya.

Terkait rencana menjadi pemegang saham BEI, Pandu mengatakan Danantara akan menjalankan peran seperti pemegang saham lainnya. Ia menyebut para pemegang saham perlu memiliki visi yang sejalan, sementara manajemen bursa harus mampu menerjemahkan visi tersebut menjadi langkah yang tepat.

Dua belas hari menjelang RUPSLB BEI, Jumat (16/10), CEO Danantara Rosan juga menyampaikan rencana Danantara untuk masuk ke pasar saham ketika harga saham jatuh usai MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Saat itu, Rosan menilai koreksi pasar saham membuka peluang investasi karena valuasi sejumlah emiten, termasuk perusahaan-perusahaan pelat merah berada pada level rendah. Rosan menyebut Danantara melihat investasi sebagai penempatan modal jangka panjang, bukan sekadar upaya meraih keuntungan dari transaksi saham dalam waktu singkat.

“Kami meyakini, melihat dan menganalisis bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Sangat baik, saya tekankan,” kata Rosan di Gedung BEI, Jumat (16/10).

Namun, Rosan menilai valuasi saham-saham tersebut masih berada di bawah satu kali nilai buku atau price-to-book value (PBV) serta di bawah median valuasi perusahaan sejenis di industri. Ia juga melihat peluang pada sektor infrastruktur dan telekomunikasi.

Sembilan hari menjelang RUPSLB BEI, Senin (19/10), giliran Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria yang menyampaikan rencana penambahan kepemilikan saham di perusahaan pelat merah. Menurut Dony, Danantara akan mencermati saham-saham BUMN dengan fundamental yang baik.

“Nanti akan menambah kepemilikan saham, akan kami cek utamanya yang saham-saham bagus fundamentalnya,” kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10).

Dony juga mengatakan proses demutualisasi bursa berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari transformasi pasar modal.

Enam hari menjelang RUPSLB BEI, Kamis (22/10), Pandu mengungkapkan Danantara telah mulai membeli saham di pasar modal Indonesia ketika IHSG mengalami koreksi tajam. Ia juga menyatakan Danantara akan melanjutkan pembelian selama valuasi saham dinilai menarik dan prospeknya baik.

“Hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami atraktif dan kita akan terus membeli selama harga value itu menarik dan memiliki prospek yang baik,” kata Pandu di Wisma Danantara. Namun, Pandu tidak merinci saham yang dibeli maupun sektor yang menjadi tujuan investasi.

Dua hari menjelang RUPSLB BEI, Senin (26/10), Pandu kembali menyampaikan pandangan positif Danantara terhadap pasar saham Indonesia dalam agenda DTIIF 2026 di Jakarta.

Dia mengatakan Danantara Investment Management berfokus pada imbal hasil komersial dan dampak strategis. Investasi dilakukan melalui berbagai kelas aset, baik di pasar publik maupun privat serta mencakup pasar domestik dan global dengan jalur investasi langsung maupun tidak langsung.

“Dalam satu hingga dua pekan terakhir, kami melihat salah satu tempat paling menarik untuk berinvestasi saat ini adalah pasar saham Indonesia,” ujar Pandu.

Menurut dia, pasar saham domestik saat ini menawarkan peluang untuk berinvestasi pada sejumlah perusahaan terkemuka Indonesia dengan profil risiko dan imbal hasil yang menarik. Pandu menyebut keputusan investasi tersebut tetap mempertimbangkan manajemen risiko dan tata kelola.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...