IHSG Rontok ke 4.994 di Hari Perdana Implementasi Bobot Tanpa Saham HSC

Karunia Putri
2 November 2026, 09:42
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/10/2026). IHSG ditutup melemah 41 poin atau 0,80 persen ke level 5.057,05 pada akhir perdagangan Jumat (30/10).
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/10/2026). IHSG ditutup melemah 41 poin atau 0,80 persen ke level 5.057,05 pada akhir perdagangan Jumat (30/10).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka rontok 1,29% menjadi 4.994 setelah Bursa Efek Indonesia mengimplementasikan kebijakan mengeluarkan 82 saham yang terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dalam perhitungan IHSG.

Berdasarkan data bursa, volume transaksi perdagangan mencapai 2,61 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 758,39 miliar. Adapun kapitalisasi pasar BEI tergerus menjadi Rp 8.746 triliun.

Saham-saham bank jumbo tampak menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,9% ke 5.025, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tumbuh 0,36% ke 2.810 dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bertambah 0,27% ke 3.730.

Sementara itu, saham-saham yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu terpantau gugur. Misalnya saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) anjlok 4,71% ke level 364, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merosot 6,07% ke  1.005 dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) anjlok 4,14% ke 324.

Tim riset BRI Danareksa mengatakan, IHSG masih dalam tren bearish dan berpotensi menguji level support 5.026–4.942. 

Adapun candle terakhir menunjukkan respons beli di bawah 5.000, tetapi MACD masih negatif dengan garis MACD di bawah signal line. 

“Selama support bertahan, peluang konsolidasi atau technical rebound tetap terbuka, dengan resistance terdekat di 5.116–5.170,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dikutip Senin (2/11).

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Tim riset broker ini menjelaskan, memasuki pekan ini, pasar akan mencermati implementasi kebijakan BEI mulai 2 November yang mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan transparansi indeks.

Saham-saham yang masuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) resmi dikeluarkan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai hari ini, Senin (2/11). Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan kebijakan tersebut tidak mengubah level awal IHSG pada perdagangan hari ini yang mengacu pada penutupan sebelumnya di posisi 5.057.

Langkah ini dilakukan BEI usai lembaga pengelola indeks global MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan mereklasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pengeluaran saham-saham HSC tidak akan mengubah bobot IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini. Sebab, bobot saham-saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kembali ke saham-saham lain yang masih menjadi konstituen indeks.

“Bobot dari saham-saham yang dikeluarkan akan didistribusikan ke sisa saham konstituen yang ada,” ujar Jeffrey dalam acara media gathering di Lombok, akhir pekan lalu.

Menurut Jeffrey, mekanisme tersebut serupa dengan penghapusan pencatatan saham atau delisting. Bobot saham yang dikeluarkan akan dialihkan secara otomatis ke saham-saham lain yang masih tercatat dalam indeks.

Dengan kebijakan ini, jumlah saham yang diperhitungkan dalam IHSG berkurang dari sebelumnya 963 saham menjadi 881 saham. Sebanyak 82 saham yang masuk kategori HSC tidak lagi menjadi bagian dari perhitungan indeks.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...