BEI Evaluasi Insentif Pajak Emiten untuk Dongkrak Minat Perusahaan Ikut IPO

Karunia Putri
2 November 2026, 12:38
BEI
Katadata/Fauza Syahputra
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menjawab pertanyaan wartawan pada konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di BEI, Rabu (28/10/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengevaluasi efektivitas insentif perpajakan bagi perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal. Kajian tersebut dilakukan bersama PT Dimensi Internasional Tax untuk mengukur sejauh mana fasilitas pajak mampu mendorong perusahaan melantai di bursa.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kajian tersebut telah diselesaikan dengan berfokus pada empat pilar insentif perpajakan. Saat ini, perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria tertentu berhak memperoleh pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan sebesar 3%.

“Kami tentu berharap kajian yang berfokus pada empat pilar insentif ini akan dapat menjadi penguatan bagi perusahaan-perusahaan calon maupun perusahaan tercatat,” kata Jeffrey dalam acara Rise to IPO Peluncuran Go Public Academy for Small and Medium Enterprises di Main Hall BEI, Senin (2/11).

Adapun empat pilar bisnis perpajakan tersebut adalah Pertama, BEI bekerja sama dengan Kementerian UMKM untuk memperluas pemahaman dan akses pendanaan pasar modal bagi pelaku usaha, khususnya perusahaan skala menengah. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program Rise to IPO yang telah berjalan sejak 2025 di sejumlah kota, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar dan Bandung.

Kedua, BEI menjalin kerja sama dengan PT Surveyor Indonesia (Persero) untuk memperkuat kesiapan perusahaan melalui proses verifikasi, validasi, serta peningkatan kualitas informasi keuangan dan nonkeuangan. 

Menurut Jeffrey, kesiapan menjadi perusahaan publik tidak hanya ditentukan oleh pendapatan dan aset, tetapi juga mencakup aspek legalitas, tata kelola, manajemen risiko, transparansi, hingga pemenuhan prinsip keberlanjutan atau environmental, social and governance (ESG) serta dekarbonisasi.

Ketiga, BEI meluncurkan National Go Public Academy for Small and Medium Enterprises (SME). Program ini dirancang sebagai pembinaan berjenjang, mulai dari penguatan fundamental bisnis, tata kelola, kualitas dan transparansi perusahaan, hingga pemahaman mengenai proses IPO serta tanggung jawab setelah menjadi perusahaan publik.

Keempat, BEI melakukan kajian akademis untuk menganalisis desain insentif bagi perusahaan tercatat di Indonesia. Kajian bersama PT Dimensi Internasional Tax tersebut diharapkan dapat mengevaluasi efektivitas fasilitas perpajakan sekaligus memperkuat manfaat yang diperoleh perusahaan setelah melantai di bursa.

Melalui program tersebut, BEI ingin membantu perusahaan membangun model bisnis yang kuat, laporan keuangan yang andal, tata kelola profesional, serta strategi pertumbuhan berkelanjutan.

Menurut Jeffrey, hasil kajian tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pasar modal bagi perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), maupun emiten yang telah tercatat. Insentif perpajakan juga diharapkan mendorong perusahaan memperkuat tata kelola.

Salah satu contoh perusahaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut adalah PT Trimegah Karya Pratama Tbk. Emiten yang sebelumnya tercatat di Papan Akselerasi BEI itu berhasil meningkatkan status pencatatannya ke Papan Pengembangan.

“PT Trimegah Karya Pratama juga merupakan salah satu perusahaan yang tercatat di Papan Akselerasi yang kemudian berhasil naik ke Papan Pengembangan,” ujar Jeffrey.

Jeffrey berharap pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pengembangan usaha. Menurutnya, pasar modal tidak hanya menjadi tempat perusahaan menghimpun pendanaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Jeffrey menyatakn, BEI berkomitmen mendampingi perusahaan sejak tahap persiapan hingga mampu meningkatkan skala usaha dan bersaing di pasar global.

“Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO, tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tuturnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...