Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Teknologi Masih Dijual Investor

Karunia Putri
3 November 2026, 06:17
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mayoritas ditutup turun pada perdagangan Senin (2/11). Penurunan terjadi imbas investor yang terus mengurangi investasi pada saham-saham teknologi dan mengalihkan dana ke sektor pasar lainnya.

Indeks Nasdaq turun 1,07% ke level 25.164,32. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi 0,51% ke posisi 7.541,40. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan naik 213,67 poin atau 0,41% ke level 51.983,98.

Peralihan investasi dari saham teknologi terjadi setelah indeks-indeks utama bursa saham AS mencatatkan pelemahan selama sepekan. Investor masih mencermati saham-saham perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan AI.

“Prospek bullish pasar saham dalam jangka panjang mungkin mengalami sejumlah tekanan dalam beberapa pekan terakhir, tetapi tren tersebut masih tetap terjaga,” kata Managing Director Trading and Investing E-Trade Chris Larkin dikutip dari CNBC, Selasa (3/11).

Menurut dia, tantangan pasar saat ini terletak pada momentum jangka pendek. Pasar kesulitan mempertahankan penguatan selama lebih dari beberapa hari karena terus dibayangi lonjakan harga minyak, kekhawatiran terhadap belanja AI, inflasi hingga risiko geopolitik.

Saham Nvidia dan Meta Platforms masing-masing turun 1%. Saham Apple, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan perdagangan, juga terkoreksi hampir 2%.

Sementara itu, saham Marvell Technology anjlok hampir 13% dan Lumentum merosot 18%. Penurunan terjadi setelah kedua perusahaan mengumumkan kesepakatan akuisisi Lumentum oleh Marvell senilai US$ 115 miliar.

Di sisi lain, penguatan saham-saham sektor ekonomi tradisional atau old economy, seperti Sherwin-Williams dan Home Depot menjadi penopang indeks Dow Jones. Saham Sherwin-Williams melonjak hampir 6%, sedangkan Home Depot naik 3,6%.

Saham Honeywell International, 3M dan Boeing juga masing-masing menguat lebih dari 2%.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam. Harga minyak mentah Brent anjlok 7,63% ke level US$ 104,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 7,36% menjadi US$ 96,46 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi di tengah harapan bahwa AS dan Iran akan kembali melanjutkan perundingan damai. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada akhir pekan bahwa Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan untuk menyerang Iran. 

Menurut dia Washington lebih memilih menyelesaikan konflik tersebut melalui jalur damai.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...