Harga Minyak Anjlok 8% Usai Demokrat Kuasai Kongres AS

Muhamad Fajar Riyandanu
5 November 2026, 09:01
Pekerja mengikuti upacara di Central Plant Pertamina Hulu energi (PHE) OHarga minyak dunia anjlok tajam, dengan WTI turun lebih dari 8%, menyusul kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS ffshore North West Java (ONWJ) di Laut Jawa, Jawa Bara
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wpa.
Harga minyak dunia anjlok tajam, dengan WTI turun lebih dari 8%, menyusul kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak mentah dunia merosot setelah Partai Demokrat memenangi pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS). Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bahkan anjlok lebih dari 8% pada Rabu (4/11), mencatat penurunan harian terbesar sejak Mei.

WTI diperdagangkan di kisaran US$88 per barel, turun dari sekitar US$96 per barel pada Selasa (3/11). Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$95 per barel, melemah dari US$104,77 per barel pada perdagangan sebelumnya.

Penurunan harga minyak terjadi di tengah spekulasi bahwa kemenangan Demokrat dapat mempercepat upaya mengakhiri perang di Timur Tengah, khususnya konflik dengan Iran yang kini memasuki bulan kesembilan.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kekecewaan pemilih terhadap perang dan hubungan AS-Israel sebagai salah satu faktor kekalahan Partai Republik. Sementara itu, Pemimpin Minoritas Senat AS dari Partai Demokrat Chuck Schumer berjanji akan mengakhiri konflik tersebut.

Demokrat berhasil merebut kendali atas kedua kamar Kongres AS. Kemenangan ini menjadi pukulan besar bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik sekaligus memperkuat posisi Demokrat dalam menentukan arah kebijakan pemerintah.

Dengan menguasai Kongres, Demokrat memiliki pengaruh lebih besar terhadap anggaran pemerintah, termasuk belanja militer. Kondisi ini berpotensi membatasi ruang gerak pemerintahan Trump dalam melanjutkan perang dengan Iran dan memperbesar peluang berakhirnya konflik.

Sebelumnya, harga minyak Brent sempat menyentuh level tertinggi dalam enam bulan pada Oktober. Kenaikan tersebut terjadi setelah Trump mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran seusai pemilihan paruh waktu.

Namun, saat pemungutan suara masih berlangsung, Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk segera meningkatkan serangan terhadap Iran. Trump kemudian mengakui bahwa anggapan kekalahan Partai Republik dalam pemilu dipengaruhi oleh perang tersebut "sebagian besar benar".

Di tengah konflik yang masih berlangsung, ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk Persia kembali meningkat. Pemulihan pasokan ini menekan harga minyak di Timur Tengah, meskipun pengiriman produk minyak masih menghadapi kendala.

Di sisi lain, meningkatnya serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia turut mengganggu pasokan dan mendorong kenaikan harga bensin serta solar.

"Ekspor minyak mentah yang lebih besar dari Timur Tengah, ditambah pernyataan Presiden Trump bahwa ia tidak memiliki rencana segera untuk menyerang Iran, untuk sementara ini terus menekan harga minyak mentah," kata Wakil Presiden Senior bidang Perdagangan BOK Financial Securities Inc Dennis Kissler, seperti diberitakan Bloomberg pada Kamis (5/11).

Kissler menambahkan, kendali Demokrat atas Kongres AS berpotensi membatasi anggaran belanja militer negara tersebut. Hal ini dapat mempercepat upaya mengakhiri perang dengan Iran.

Hasil pemilu dan keputusan Trump untuk menahan serangan lebih lanjut terhadap Iran turut memengaruhi pasar energi pada Rabu (4/11). Harga minyak mentah Laut Utara bahkan merosot ke level terendah baru. Sementara itu, harga gas alam di Eropa juga melemah.

Meski harga energi turun, pasokan bahan bakar di pasar AS masih terbatas. Data pemerintah menunjukkan persediaan minyak sulingan (distillates), termasuk solar, turun di bawah 100 juta barel pada pekan lalu. Angka tersebut merupakan level terendah sejak 2003. Selain itu, persediaan minyak mentah AS juga terus menyusut selama lima pekan berturut-turut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...