Saham BRMS dan BRPT Dinilai Berpotensi Terdepak dari MSCI, Bagaimana Kansnya?

Image title
5 November 2026, 19:28
Apa Itu Investasi Saham
Pexels
Apa Itu Investasi Saham
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dua saham emiten tambang, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dibayangi risiko keluar dari indeks MSCI Standard dalam rebalancing November 2026.

Senior Technical Analyst Mirae Asset, M. Nafan Aji Gusta, memperkirakan peluang BRMS keluar dari MSCI Standard mencapai 90%. Saham BRMS berpotensi turun kelas ke MSCI Small Cap karena pergerakan harganya belum mampu bertahan di atas ambang batas yang dipersyaratkan.

“Ambang harga untuk mempertahankan posisi di Standard diperkirakan Rp 440 per saham, sementara BRMS hanya ditutup di atas level tersebut satu kali dalam sepuluh hari observasi,” kata Nafan kepada Katadata, Kamis (5/11).

Sementara itu, BRPT memiliki risiko penghapusan dari MSCI Standard yang juga cukup signifikan. Mirae Asset memperkirakan peluang saham tersebut keluar dari indeks mencapai sekitar 40%.

Ambang harga BRPT untuk mempertahankan posisinya di MSCI Standard diperkirakan berada di kisaran Rp 1.290 per saham. Dalam periode observasi yang sama, saham BRPT tercatat empat kali ditutup di bawah level tersebut.

Nafan menilai potensi perubahan komposisi indeks dapat memicu tekanan jual dari investor pasif yang mengikuti MSCI Standard. Jika BRMS turun kelas, investor pasif yang mengikuti indeks tersebut berpotensi melepas sahamnya. 

Adapun apabila BRPT benar-benar dikeluarkan, tekanan jual dapat lebih besar karena dana indeks perlu menyesuaikan portofolionya. Meski demikian, Nafan menilai risiko keluar dari indeks tidak serta-merta mencerminkan penurunan fundamental perusahaan. Perubahan komposisi indeks lebih berkaitan dengan kriteria investabilitas dan metodologi MSCI.

“Perlu dicermati pula bahwa MSCI masih mempertahankan kebijakan pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), jumlah saham, dan penambahan konstituen Indonesia. Dengan demikian, perubahan indeks saat ini lebih berpotensi berupa penurunan klasifikasi atau penghapusan,” kata Nafan.

Senada, Tim Riset KISI Sekuritas juga menilai BRMS memiliki peluang besar untuk turun kelas ke MSCI Small Cap. Mereka memperkirakan ambang harga BRMS berada di kisaran Rp 440–450 per saham.

Selama periode observasi 19–30 Oktober, saham tersebut hanya sekali ditutup di atas level tersebut. Adapun BRPT dinilai memiliki peluang menengah hingga tinggi untuk keluar dari MSCI Standard, dengan ambang harga sekitar Rp 1.280 per saham.

KISI memperkirakan potensi arus dana keluar dari saham BRMS mencapai US$ 50 juta–US$ 90 juta. Sementara itu, potensi arus dana keluar dari BRPT diperkirakan sebesar US$ 40 juta–US$ 70 juta.

Risiko pada BRMS dinilai lebih besar karena kepemilikan investor asing di saham tersebut mencapai 58%. Jika kedua saham keluar dari MSCI Standard, jumlah konstituen Indonesia dalam indeks tersebut diperkirakan berkurang menjadi tujuh saham. Bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets juga berpotensi turun ke kisaran 0,38%–0,40%.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...