Analis Ungkap 5 Sektor Saham Tahan Banting di Tengah Gejolak Ekonomi

Image title
6 November 2026, 15:01
saham
Katadata
Ilustrasi investasi saham di pasar modal.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan daya beli masyarakat dewasa ini, investor saham perlu lebih selektif dalam menjaga kualitas portofolio. Untuk itu, investor disarankan untuk menerapkan strategi defensif dengan mencermati sektor-sektor yang memiliki permintaan relatif stabil.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas, Elandry Pratama mengatakan, di antara strategi yang dapat digunakan investor di tengah situasi seperti saat ini adalah diversifikasi portofolio, pembelian saham secara bertahap, serta menghindari penggunaan fasilitas margin secara berlebihan. Selain itu, menjaga sebagian dana dalam bentuk tunai juga dia nilai penting agar investor memiliki fleksibilitas untuk memanfaatkan peluang ketika terjadi koreksi pasar.

“Fokus pada emiten dengan fundamental kuat, arus kas positif, utang terkendali, dan konsistensi kinerja keuangan,” katanya kepada Katadata, Jumat (6/11).

Dari sisi sektoral, Elandry menyebut konsumer primer, perbankan besar, telekomunikasi, dan kesehatan sebagai sektor yang permintaannya relatif stabil dalam berbagai kondisi ekonomi. Kendati demikian, investor tetap perlu memperhatikan pertumbuhan laba, valuasi saham, serta kemampuan perusahaan menjaga margin keuntungan sebelum mengambil keputusan investasi.

Senada, Senior Technical Analyst Mirae Asset, M Nafan Aji Gusta, juga menilai investor perlu mengutamakan saham dengan fundamental kuat, arus kas positif, tingkat utang terkendali, serta kemampuan menghasilkan laba dan membagikan dividen secara konsisten.

“Investor dapat menerapkan strategi buy on weakness secara bertahap pada saham-saham berfundamental baik ketika terjadi koreksi harga, dengan tetap memperhatikan valuasi dan momentum pasar,” kata Nafan kepada Katadata, Jumat (6/11).

Namun, ia mengingatkan agar strategi tersebut tetap perlu mempertimbangkan valuasi dan momentum pasar. Ia juga mengatakan investor agar tidak terlalu terkonsentrasi pada satu sektor dan menghindari penggunaan utang atau margin berlebihan. Menurutnya, penyediaan dana tunai diperlukan untuk mengantisipasi volatilitas pasar. 

Sektor Saham yang Relatif Defensif

Nafan memaparkan lima sektor yang dapat dicermati investor di tengah ketidakpastian ekonomi. Pertama, sektor konsumer primer atau consumer non-cyclicals. Sektor ini menurutnya dinilai relatif defensif karena produk yang dihasilkan merupakan kebutuhan pokok masyarakat, seperti makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga. Permintaannya cenderung lebih stabil meskipun daya beli masyarakat melemah. Namun, investor tetap perlu memperhatikan kenaikan biaya bahan baku dan kemampuan emiten mempertahankan margin keuntungan.

Yang kedua yaitu sektor telekomunikasi. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan komunikasi dan internet relatif berkelanjutan. Pendapatan berulang dari layanan data juga dapat memberikan stabilitas arus kas bagi emiten yang memiliki basis pelanggan kuat.

Berikutnya, yang ketiga adalah sektor perbankan dengan fundamental kuat. Perbankan berkapitalisasi besar dan memiliki kualitas aset yang baik masih dapat dicermati karena ditopang peran strategis dalam perekonomian, pertumbuhan kredit, diversifikasi pendapatan, serta potensi pembagian dividen. Kendati demikian, investor perlu memperhatikan risiko peningkatan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).

Sementara yang keempat yaitu sektor emas dan pertambangan unggulan. Emiten emas berpotensi memperoleh keuntungan ketika harga emas global meningkat, terutama saat ketidakpastian geopolitik mendorong kebutuhan terhadap aset lindung nilai atau safe haven. Emiten batu bara dan mineral tertentu masih dapat dicermati apabila memiliki biaya produksi kompetitif dan kondisi neraca keuangan yang sehat.

Adapun yang kelima sektor kesehatan. Nafan menuturkan, kebutuhan terhadap layanan kesehatan, obat-obatan, dan fasilitas medis relatif tidak terlalu elastis terhadap perubahan kondisi ekonomi. Karakteristik tersebut dapat menopang ketahanan pendapatan emiten yang memiliki jaringan layanan kuat dan fundamental keuangan sehat.

“Saya melihat bahwa investor sebaiknya tidak hanya berorientasi pada potensi capital gain, tetapi juga memperhatikan kualitas fundamental, valuasi, likuiditas saham, dan kemampuan emiten mempertahankan profitabilitas. Dalam kondisi pasar yang volatil, pendekatan capital preservation atau menjaga nilai modal perlu menjadi prioritas sebelum mengejar imbal hasil yang lebih agresif,” ucapnya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...