Mengulik Profil Pelayaran Samudera, Perusahaan di Balik Manuver Amran di BYAN

Nur Hana Putri Nabila
9 November 2026, 06:24
Bayan Resources
Bayan
Bayan Resources
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Sepupu bos Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam yakni Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjadi pendatang baru di jajaran pemegang saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Amran menguasai saham BYAN sebanyak 2% atau 666,66 juta lembar saham melalui entitas usahanya PT Pelayaran Samudera La Mappepening. 

Apabila mengulik profilnya, PT Pelayaran Samudera La Mappepening merupakan perusahaan angkutan laut entitas dari PT Tiran Nusantara Group. Berdasarkan instagram resminya, Pelayaran Samudera La Mappepening (PSL) merupakan perusahaan pelayaran yang berdiri pada 2020 dan menjadi bagian dari Tiran Group. 

Perusahaan ini menjalankan bisnis pengangkutan laut untuk mendukung distribusi logistik, terutama kebutuhan operasional pertambangan.

Dalam menjalankan bisnisnya, PSL mengoperasikan kapal tunda (tugboat), tongkang (barge), dan marine speed boat. Setiap tongkang memiliki kapasitas angkut 7.500 ton dengan frekuensi tiga perjalanan per bulan. Dengan total 27 perjalanan setiap bulan, perusahaan menargetkan volume pengangkutan mencapai 202.500 metrik ton.

Demi menunjang kegiatan operasional, PSL memiliki fasilitas pelabuhan muat dan bongkar. Pelabuhan muat berada di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, yang mencakup Pelabuhan Tiran Indonesia dan Pelabuhan Bukit Indah Lemonit. Sementara itu, kegiatan bongkar melalui pelabuhan di Morowali dan Kendari.

Pada 2025 lalu, PSL masih berfokus mendukung kegiatan logistik Tiran Indonesia. Namun, perusahaan menyatakan ingin memperluas bisnisnya dan tumbuh menjadi salah satu penyedia jasa pelayaran nasional.

Sedangkan induk usahanya, PT Tiran Nusantara Group, Amran Sulaiman mulai membangun bisnisnya pada 1996 di Bone, Sulawesi Selatan. Saat itu, ia mendirikan CV Empos Tiran yang memproduksi pembasmi hama tikus. Nama Tiran merupakan singkatan dari Tikus Diracun Amran.

Produk pembasmi hama itu dipasarkan ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh, bahkan menembus pasar Jepang. Kesuksesan itu mengantarkan Amran menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 di Palembang, Sumatera Selatan.

Amran kemudian memperluas bisnisnya. Pada 2018, ia mengembangkan Tiran Group menjadi perusahaan induk (holding company) yang menaungi sejumlah usaha di berbagai sektor. Portofolionya mencakup pertambangan nikel, distribusi, peternakan, perkebunan, hingga ekspedisi.

Jejak Amran juga ada di bisnis Haji Isam. Pada 2021, ia sempat menjabat sebagai komisaris utama PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). 

Adapun geliat Amran mengamankan posisi di BYAN itu sebulan setelah Haji Isam menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 16 September 2026 antara Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama.

Haji Isam resmi merampungkan akuisisi 30,25% saham BYAN pada 7 Oktober 2026 dengan mengempit 10,08 miliar saham. Crazy rich Kalimantan itu menggadaikan dua saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) ke Bank Mandiri yang ditengarai akan digunakan untuk menebus biaya akuisisi BYAN.

Per Oktober 2026, berdasarkan data kepemilikan hingga 1%, Low Tuck Kwong yang tercatat sebagai pengendali BYAN menggenggam kepemilikan 2,76 miliar saham atau setara 8,30%. Sementara itu, Elaine Low, anak dari Low Tuck Kwong menggenggam 7,33 miliar saham atau 22%.

Selain itu Jhonlin Baratama menguasai 10,08 miliar saham BYAN atau 30,25% dan PT Sumber Suryadaya Prima sebanyak 3,33 miliar saham atau 10%. Terdapat lima perusahaan pembangkit listrik asal Korea Selatan yang masing-masing menguasai 1,33 miliar saham atau 4%. Perusahaan itu yakni Korea East-West Power, Korea Western Power, Korea Southern Power, Korea Midland Power, dan Korea South-East Power.

Adapun pemegang saham lainnya yaitu PT Pelayaran Samudera Lamappepening sebanyak 666,66 juta saham atau 2%, Jenny Quantero sebesar 994,97 juta saham atau 2,98%, dan Lim Chai Hock sebanyak 987,14 juta saham atau 2,96%.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...