Tren Hijrah ke Ekonomi Syariah Semakin Bersemi Selama Pandemi

Image title
Oleh Maesaroh
28 Juli 2021, 15:31
Nasabah antre melakukan migrasi rekening di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Banda Aceh, Aceh, Senin (7/6/2021). Pandemi meningkatkan tren hijrah ke perbankan Syariah.
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj.
Nasabah antre melakukan migrasi rekening di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Banda Aceh, Aceh, Senin (7/6/2021). Pandemi meningkatkan tren hijrah ke perbankan Syariah.

Dampak pandemi Covid-19 dirasakan oleh seluruh sector, tidak terkecuali sektor perbankan. Positifnya, pandemi justru mempercepat transformasi digital di sektor perbankan dan juga semakin meningkatkan perkembangan ekonomi Syariah di Indonesia. 

Studi yang dilakukan oleh Inventure-Alvara menunjukkan bahwa akibat pandemi, sebanyak 58% masyarakat memilih lembaga keuangan prinsip Syariah. Peningkatan masyarakat yang menggunakan prinsip ekonomi Syariah dibenarkan Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Abdullah Firman Wibow. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan perubahan tersebut. 

Advertisement

“Ada pengaruh dari faktor eksternal yaitu Financial Technology (Fintech), lalu dari dorongan milenial serta dorongan percepatan adanya pandemi.” kata Firman, dalam sebuah seminar bertajuk Industry Outlook 2nd Semester 2021, Rabu (28/7). 

 Firman mengatakan, transformasi digital juga disebabkan lekatnya kehidupan masyarakat milenial dengan transaksi berbasis digital. “Memang kita ingin meningkatkan layanan yang lebih optimal melalui layanan berbasis digital. Ini didorong percepatannya dengan adanya pandemi ini.” kata Firman. 

Menurut Firman, untuk menghadapi perkembangan digital yang sangat pesat, perbankan harus menjaga dan melayani masyarakat milenial. Terlebih, masyarakat milenial sekarang ini banyak sekali kecenderungan tren berhijrah ke perbankan Syariah. Mereka pulalah yang mendorong konsumsi dan industri di Indonesia.

 Firman menambahkan lonjakan transaksi secara digital terjadi sejak pandemi. Lonjakan  ini mendorong terjadinya pengembangan variasi produk berbasis Syariah di perbankan Syariah. Salah satunya yang bersifat Commercial Finance serta uang elektronik. 

“Produk kita ini yang sifatnya Commercial Finance itu ada zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf. Sedangkan uang elektronik kita hadirkan untuk umroh dan haji, semuanya bagian dari Halal Economic Industry” kata Firman. 

Firman mengungkapkan, efek melejitnya tren Syariah ini membuat perubahan yang cukup signifikan.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement