Bank Mandiri Raih Laba Rp 55,8 Triliun di 2024, Kredit Bermasalah di Level 0,97%
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang 2024 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 55,8 triliun. Capain ini naik 1,3% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba sepanjang 2023 yakni Rp 55,1 triliun.
Merujuk laporan resmi yang dirilis Bank Mandiri dalam corporate snapshot, tingginya laba ini mendorong Return on Equity (ROE) Bank Mandiri mencapai 21,2%. Capaian ROE ini mencerminkan profitabilitas yang kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Analis Investasi Stocbit, Everson Sugianto mengatakan capaian kinerja Bank Mandiri sepanjang 2025 memberi sinyal positif bagi investor. “Hasil ini in-line dengan ekspektasi, setara 99% estimasi FY24 konsensus,” ujar Everson seperti dikutip, Rabu (5/2).
Bank Mandiri juga melaporkan total aset berdasar tahun buku 2024 mencapai Rp 2.427 triliun yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia. Adapun kredit yang disalurkan sepanjang tahun mencapai Rp 1.670 triliun, dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross yang turun dari 1,02% pada 2023 menjadi 0,97%, serta NPL net yang sebesar 0,33% per Desember 2024.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp 1.699 triliun, dengan rasio Current Account Savings Account (CASA) mencapai 74,8%. Hal ini mengindikasikan struktur pendanaan yang efisien.
Selanjutnya rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Mandiri tetap kuat di level 20,9%, memberikan ruang yang cukup untuk ekspansi bisnis ke depan. Adapun rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) entitas bank berada pada level 95,1%, menandakan tingkat penyaluran kredit yang optimal.
