PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7% hingga 9% untuk tahun buku 2026, meskipun Otoritas Jasa keuangan (OJK) meminta agar bank merevisi angka tersebut.
Bank Mandiri memperkuat perannya dengan kinerja keuangan 2025 yang solid, ditopang pertumbuhan aset 16,6% dan kredit 13,4% untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.
Sepanjang 2025, Bank Mandiri menyalurkan bansos Rp15,1 triliun kepada lebih dari 7,45 juta KPM di 123 daerah, mendukung daya beli dan percepatan ekonomi kerakyatan.
Bank Mandiri hadir di INACRAFT lewat Mandiri Looping for Life yang diarahkan untuk mengakselerasi sinergi antarpelaku ekosistem dalam menciptakan nilai tambah baru.
Bank Mandiri pertahankan fundamental kuat dengan aset tumbuh 16,6 persen jadi Rp2.829,9 triliun pada 2025, didukung akselerasi layanan digital dan ekonomi solid.
Bank Mandiri memberikan kisi-kisi pembagian dividen interim untuk tahun buku selanjutnya. Sebelumnya, bank pelat merah itu telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 9,3 triliun.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun hingga kuartal keempat 2025. Capaian tersebut naik dari laba konsolidasi periode yang sama 2024.
Bank Mandiri membagikan Dividen Interim Rp9,3 triliun, mencerminkan fundamental perusahaan yang solid dan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kemenhan dalam pembangunan 5 jembatan bertipe bailey untuk pemulihan konektivitas wilayah yang terisolir akibat bencana Sumatra.
Belanja Nataru 2025 masih tumbuh meski melambat. Bank Mandiri menilai konsumsi 2026 tetap resilien, didukung momentum Ramadan–Lebaran dan stimulus pemerintah.
Sinergi BUMN di bawah koordinasi Danantara membangun hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang, Bank Mandiri turut andil mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga.