Riset: Investor Kakap Tanah Air Paling Banyak Pegang Emas, Rasio 25% Portofolio

Karunia Putri
17 September 2025, 07:11
Harga Emas Hari ini 12 September 2025
Unsplash
Harga Emas Hari ini 12 September 2025
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Grup perbankan global HSBC mencatat, investor kelas atas (affluent) Indonesia menempati posisi teratas dalam kepemilikan emas dibandingkan 11 negara lain. Rata-rata alokasi emas dalam portofolio mereka mencapai 25%, naik 12 poin persentase dibandingkan akhir tahun lalu.

Temuan ini berasal dari survei Affluent Investor Snapshot 2025 yang dilakukan HSBC secara daring pada Maret 2025. Survei melibatkan 10.797 investor affluent di 12 negara, termasuk 547 responden asal Indonesia. Responden didefinisikan sebagai individu dengan aset investable antara US$ 100 ribu hingga US$ 2 juta.

Selain emas, portofolio investor affluent Indonesia juga tersebar di berbagai instrumen lain, seperti kepemilikan uang tunai di portofolio yang turun 19% dari tahun sebelumnya, properti 10%, obligasi 10% dan saham 5%.

“Ke depan, ada minat yang kuat pada asuransi terkait investasi (unit link) sebesar 47% dan solusi keuangan terkelola 43%,” kata Lani Hendra, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia, dalam keterangan resmi, Selasa (16/9).

Adapun tiga produk keuangan teratas yang saat ini dimiliki affluent Indonesia adalah emas fisik, yakni 44%, deposito berjangka sebanyak 33% dan investasi terkelola sebanyak 31%. Minat terhadap produk-produk baru dan lebih kompleks seperti emas digital, multi-asset solutions, hingga private market funds juga tumbuh signifikan, terutama di kalangan Generasi Z (Gen Z) dan milenial.

Meski mayoritas responden mengaku khawatir terhadap biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi, kalangan affluent Indonesia tetap optimis. Sebanyak 84% responden menyatakan puas dengan kualitas hidup mereka, naik 2 poin persentase dari tahun lalu.

Keyakinan dalam mencapai tujuan keuangan juga tinggi di semua kelompok umur. Gen Z dan milenial bahkan menunjukkan tingkat kepercayaan paling tinggi, jauh melampaui rata-rata global.

Survei HSBC menemukan, individu affluent Indonesia membutuhkan rata-rata US$ 565 ribu untuk bisa menikmati masa pensiun yang nyaman, naik dari US$ 446 ribu tahun lalu.

Secara generasi, Gen Z dan milenial fokus pada dukungan finansial untuk keluarga, membangun kekayaan, serta mempersiapkan pensiun. Sementara Gen X dan baby boomer lebih banyak memprioritaskan tabungan untuk rekreasi, menjaga aset yang sudah dimiliki, serta memastikan masa pensiun tetap aman.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...