Sompo Catat Premi Asuransi Kesehatan Tumbuh 24% di Tengah Lonjakan Inflasi Medis

Agustiyanti
24 Oktober 2025, 08:05
Sompo Insurance, asuransi, asuransi kesehatan, UMKM
Dok. Sompo Insurance
Sompo Insurance mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 72,05 miliar.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Sompo Insurance Indonesia mencatat pertumbuhan premi asuransi kesehatan lebih dari 24% secara tahunan hingga September 2025. Kinerja ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan di tengah tren inflasi biaya medis yang terus naik.

Chief Health Officer Sompo Insurance Dolly Ritonga mengatakan, kenaikan biaya layanan kesehatan membuat masyarakat dan pelaku usaha semakin membutuhkan perlindungan tambahan di luar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Biaya medis terus meningkat, sementara masyarakat membutuhkan layanan kesehatan yang lebih cepat dan nyaman. Karena itu, kami berupaya menghadirkan solusi perlindungan yang menyeluruh dan mudah diakses,” ujar Dolly dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (24/10). 

Laporan Willis Towers Watson (WTW) memperkirakan inflasi biaya kesehatan di Indonesia mencapai 19,4% sejak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut, menurut dia, mendorong banyak perusahaan, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk mulai menyediakan manfaat asuransi tambahan bagi karyawan.

Dolly menjelaskan, Sompo Insurance kini memiliki produk Sompo HealthCare+, yang menyasar perusahaan dari berbagai skala usaha, termasuk UMKM. Produk ini menawarkan premi kompetitif dengan jumlah minimal peserta tiga karyawan, serta tanpa masa tunggu untuk beberapa jenis penyakit (syarat dan ketentuan berlaku).

“Kami ingin menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha dalam menciptakan kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan aman,” kata Dolly.

Menurut data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai hampir 60 juta hingga akhir 2024, mendominasi struktur ekonomi nasional di berbagai sektor. Dengan basis pasar yang besar tersebut, Sompo Insurance menilai potensi pertumbuhan asuransi kesehatan di segmen ini masih sangat tinggi.

Sompo mencatatkan total pendapatan premi bruto hingga September 2025 mencapai Rp2,24 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,84 triliun. Sedangkan pendapatan premi neto tercatat Rp 925,95 miliar, naik dibandingkan Rp 859,95 miliar pada September 2024.

Perusahaan juga mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp 72,05 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 89,42 miliar. Namun, tingkat solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) mencapai 240,36%, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%. Rasio kecukupan investasi juga tercatat 170,1% dan rasio likuiditas mencapai 150,66%.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...