SMI Bidik Penerbitan Obligasi Rp 10 Triliun pada 2026

Image title
4 Maret 2026, 14:32
rupiah, SMI, obligasi,
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasil.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI berencana menerbitkan obligasi mencapai Rp 8 triliun hingga Rp 10 triliun sepanjang tahun 2026. 

Direktur Operasional dan Keuangan SMI Aradita Priyanti mengatakan bahwa rencana penerbitan obligasi tersebut merupakan salah satu instrumen untuk memperkuat struktur pendanaan perusahaan. 

“Pada tahun 2026 ini, SMI berencana menerbitkan obligasi baru yang dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk turut terlibat dalam pembangunan berkelanjutan nasional,” ujarnya dalam acara media gathering, Selasa (3/3).

Ia menjelaskan, nilai penerbitan obligasi yang disiapkan berada pada kisaran Rp8 triliun hingga Rp 10 triliun. Penerbitan ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pendanaan SMI, yang selama ini lebih banyak didominasi oleh investasi institusi dan korporasi. 

Senada dengan itu, Direktur Utama SMI Reynaldi Hermansjah  menegaskan bahwa ke depan perseroan akan melanjutkan transformasi untuk menjadi Development Finance Institution (DFI). 

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah melakukan ekspansi pembiayaan publik dengan meningkatkan proses serta tata kelola pembiayaan. 

“Ke depan, kami akan makin meningkatkan proses dan tata kelola pembiayaan publik dengan harapan dapat memperluas exposure kami di bidang pembiayaan publik,” kata Reynaldi.

Ia menjelaskan, penerbitan obligasi bukanlah hal baru bagi SMI. Sejak 2018, perseroan telah rutin menerbitkan obligasi sebagai salah satu sumber pendanaan.  

Namun, selama ini mayoritas investor obligasi SMI berasal dari kalangan korporasi seperti perbankan, dana pensiun, dan perusahaan asuransi.

Melalui rencana penerbitan obligasi tahun 2026 ini, SMI ingin memperluas basis investor dengan memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat umum untuk berpartisipasi. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur di Indonesia secara berkelanjutan.

“Pada dasarnya, dana dari obligasi ini akan dipakai untuk melakukan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut menikmati penerbitan obligasi ini,” ujar Reynaldi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...