QRIS Resmi Bisa Digunakan di Cina Mulai Hari Ini

Image title
30 April 2026, 13:17
qris, cina
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/rwa.
Ilustrasi
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia resmi memperluas penggunaan sistem pembayaran Bank Indonesia melalui QRIS lintas negara (cross-border) ke Cina mulai hari ini. Masyarakat Indonesia kini dapat bertransaksi di Cina hanya dengan memindai kode QR menggunakan ponsel, tanpa perlu membawa uang tunai. 

“Setiap kali kita pergi ke Tiongkok atau warga Tiongkok datang ke Indonesia, jangan gunakan uang tunai cukup gunakan ponsel Anda, dan Anda bisa membeli apa saja,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (30/4).

Ia menjelaskan, transaksi bilateral antara Indonesia dan Cina saat ini merupakan salah satu yang terbesar. Nilainya mencapai sekitar US$ 18 miliar.

QRIS lintas negara sebelumnya lebih dulu dapat digunakan di beberapa negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang. Ekspansi ke Tiongkok 

Implementasi transaksi pembayaran antar negara dengan Cina ini didukung oleh hasil uji coba (sandbox) yang menunjukkan antusiasme tinggi dari pengguna. Selama masa uji coba, tercatat 1,64 juta transaksi dengan nilai mencapai sekitar Rp556 miliar.

Dari sisi ekosistem, kerja sama ini melibatkan 24 penyelenggara dari Indonesia, terdiri atas 16 bank dan 8 lembaga non-bank. Sementara dari pihak China, sebanyak 19 institusi turut berpartisipasi dalam sistem ini.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut peluncuran ini sebagai bagian dari transformasi besar di sektor keuangan yang didorong oleh inovasi dan digitalisasi.

“Kita hidup di dunia yang berubah cepat, dan sektor perbankan juga sedang bertransisi. Kita perlu beradaptasi dengan inovasi, AI, dan digitalisasi, serta memperkuat kapasitas melalui investasi teknologi dan keterampilan,” ujar Wang.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperluas partisipasi dan penerimaan sistem ini dengan melibatkan lebih banyak bank dan institusi pembayaran di masa depan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...