BI-Bareskrim Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu

Ade Rosman
13 Mei 2026, 13:40
uang palsu, BI, bareskrim
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.
Petugas menata barang bukti yang ditunjukkan pada konferensi pers kasus pembuatan uang palsu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/4/2026). Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembuatan uang palsu dengan barang bukti uang palsu pecahan Rp100 ribu senilai Rp620 juta serta menangkap seorang pelaku.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 466.535 lembar rupiah palsu. Anggota Dewan Gubernur BI Ricky P. Gozali menyampaikan lembaran uang palsu itu berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional. 

Ricky menuturkan, 466.535 lembar uang palsu itu diperoleh pada periode 2017 hingga November 2025. 

“Pemusnahan dilakukan di Bank Indonesia menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan kertas yang sangat kecil sehingga tidak lagi menyerupai uang,” kata Ricky dalam konferensi persk di kantor BI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5). 

Meski demikian, menurut Ricky, jumlah temuan rupiah palsu menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah temuan uang palsu turun dari 5 piece per million (ppm) atau 5 lembar dalam setiap 1 juta uang beredar pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024-2025 dan 1 ppm pada April 2026. 

Ia juga menekankan, peningkatan kualitas rupiah saat ini telah diakui dunia, tercermin dari penghargaan Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 sebagai Seri Uang Terbaik (Best New Banknote Series) pada IACA Currency Awards 2023. Rupiah juga meraih penghargaan untuk pecahan  Rp 50.000 TE 2022 pada November 2024, berada di peringkat ke-2 dunia untuk pecahan yang paling aman dan yang paling sulit dipalsukan di dunia (World’s Most Secure Currencies) dengan 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers. 

“Berdasarkan penelitian kami terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah,” kata Ricky. 

BI berharap, otentifikasi rupiah dapat diitenditikasi oleh masyarakat melalui metode 3D atau dilihat, diraba, dan diterawang. 

“Dalam hal ini, masyarakat berperan semakin vital dalam mencegah peredaran uang rupiah palsu,” kata Ricky. 

Selain itu, Ricky juga mengimbau masyarakat untuk merawat uang rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya. Perawatan bisa dilakukan dengan cara tidak melipatnya, tidak mencoret, tidak meremas dan membasahi uang.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...