Keputusan BI mempertahankan suku bunga diambil di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang tengah melemah mendekati 17.200 per dolar AS di tengan kondisi geopolitik yang memanas.
Rilis terbaru BI mengungkapkan peningkatan PMI-BI terutama didorong oleh Komponen Volume Produksi yang menunjukkan peningkatan dari 53,46% pada kuartal IV 2025 menjadi 54,07% pada kuartal I 2026.
Gubernur BI Perry Warjiyo bersama Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan intensif dengan para investor global dengan US-ASEAN Business Council dan IMF.
BI memastikan bauran kebijakan diarahkan untuk fokus pada stabilitas dan ketahanan eksternal melalui pengelolaan suku bunga, intervensi valuta asing, serta penguatan likuiditas domestik.
BI menilai intervensi di pasar obligasi dan SBN diperlukan untuk menjaga stabilitas imbal hasil domestik sekaligus memastikan transmisi kebijakan moneter tetap berjalan.
BI mengatakan penurunan cadangan devisa ini terjadi di tengah kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan asesmen prospek dan juga berbagai tantangan domestik maupun global, khususnya perang antara Iran dengan AS.