Rupiah Diproyeksi Konsolidasi, Investor Tunggu Pidato RAPBN Prabowo
Mata uang Garuda mengawali perdagangan akhir pekan ini dengan pergerakan yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Jumat (14/8).
Melrujuk pemberitaan Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.871 per dolar AS menguat tipis 0,04% atau 5 poin. Pantauan Katadata hingga pukul 09.10 rupiah kian menguat berada di level Rp 17.861 per dolar AS naik 0,09% atau 16 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup tak berubah alias stagnan jika dibanding penutupan sehari sebelumnya yang juga ada di level Rp 17.877 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif pada perdagangan hari ini dengan peluang menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Investor masih mencermati arah dolar setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan, di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan dolar AS terkoreksi setelah data inflasi dan ketenagakerjaan AS menunjukkan kondisi yang lebih lemah. Sentimen tersebut berpotensi memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar yang terkoreksi setelah data inflasi dan pekerjaan AS yang lebih lemah," ujar Lukman.
Namun, penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas karena investor cenderung mengambil sikap wait and see terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Menurut Lukman, perkembangan konflik dan prospek perdamaian di kawasan tersebut masih memberikan gambaran yang beragam sehingga pelaku pasar memilih berhati-hati dalam mengambil posisi.
Selain sentimen eksternal, perhatian investor pada perdagangan hari ini juga tertuju pada agenda Presiden Prabowo Subianto yang akan menyampaikan pidato kenegaraan sekaligus Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di DPR.
Lukman menilai investor akan mencermati isi pidato Prabowo, terutama terkait arah kebijakan fiskal dan asumsi ekonomi makro pemerintah untuk 2027.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.800-Rp 17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
"Range Rp 17.800-Rp 17.900," kata Lukman.
