Anggaran Komdigi 2027 Rp11,5 Triliun, Infrastruktur Digital Dapat Porsi Terbesar

Rahayu Subekti
2 September 2026, 08:53
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria dan Menteri Komdigi Meutya Hafid
YouTube TV Parlemen
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria dan Menteri Komdigi Meutya Hafid
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi mendapatkan alokasi pagu anggaran sebesar Rp 11,52 triliun pada 2027. Dari anggaran tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk penguatan infrastruktur digital.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komdigi Ismail mengatakan anggaran 2027 tersebut akan dibagi ke dalam empat program utama. Selain penguatan infrastruktur digital, anggaran dialokasikan untuk program ekosistem dan ruang digital, komunikasi publik dan media, serta dukungan manajemen.

Dari total pagu tersebut, penguatan infrastruktur digital memperoleh alokasi Rp 6,47 triliun. Selanjutnya, program ekosistem dan ruang digital mendapatkan Rp 2,958 triliun, termasuk untuk pemeliharaan Pusat Data Nasional atau PDN.

Sementara itu, sekitar Rp 2 triliun dialokasikan untuk dukungan manajemen. Adapun program komunikasi publik dan media mendapatkan alokasi Rp 20 miliar.

Dengan demikian, infrastruktur digital menjadi prioritas utama dalam struktur anggaran Komdigi 2027. Alokasi tersebut setara dengan lebih dari separuh total pagu kementerian pada tahun depan.

Meski pada 2027 hanya mendapatkan pagu Rp 11,52 triliun, Kementerian Komdigi menyatakan kebutuhan anggaran untuk menjalankan seluruh program prioritas pada 2027 sebenarnya lebih besar.

Ismail mengatakan kementerian telah melakukan penajaman kebutuhan riil anggaran 2027 menjadi Rp 14,753 triliun. Dengan pagu yang tersedia, terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp 3,23 triliun.

Tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk mengawal program prioritas nasional dan pemerataan infrastruktur digital secara menyeluruh.

Selain kebutuhan program digital, usulan tambahan juga mencakup dukungan operasional bagi sejumlah lembaga kuasi-publik, yakni Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Informasi Pusat (KIP), dan Dewan Pers.

Di sisi lain, Kementerian Komdigi mencatat kontribusi penerimaan negara yang cukup besar melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Realisasi PNBP kementerian mencapai Rp 26,52 triliun pada 2023, Rp 30,68 triliun pada 2024, dan Rp 29,3 triliun pada 2025.

Untuk 2026, setoran PNBP ke kas negara telah mencapai Rp 16,8 triliun dan diproyeksikan menembus Rp 26 triliun, lebih tinggi dari target Rp 25,65 triliun.

Namun, meningkatnya penerimaan tersebut berjalan beriringan dengan semakin kecilnya porsi PNBP yang dapat digunakan kembali oleh kementerian. Izin penggunaan kembali PNBP turun dari 30,05% pada 2023 menjadi 28,88% pada 2024, kemudian merosot menjadi 5,58% pada 2025, dan 5,39% pada 2026.

Untuk 2027, porsi izin penggunaan kembali PNBP diproyeksikan hanya sekitar 3%. Kondisi tersebut membuat Kementerian Komdigi harus menjaga pelaksanaan program digital dengan ruang fiskal yang semakin terbatas.

Karena itu, infrastruktur digital tetap ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pagu anggaran 2027, sementara kementerian mengusulkan tambahan Rp 3,23 triliun untuk memenuhi kebutuhan program yang belum tertutup oleh pagu.

Tren Efisiensi Anggaran

Besarnya porsi untuk infrastruktur digital tersebut berlangsung di tengah tren pengetatan anggaran Kementerian Komdigi dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan anggaran kementerian terus mengalami penyesuaian. Anggaran Kementerian Komdigi, yang sebelumnya bernama Kementerian Komunikasi dan Infoemastika (Kominfo), mencapai Rp 15,8 triliun pada 2023 dan meningkat menjadi Rp 19,6 triliun pada 2024.

Setelah itu, anggaran turun menjadi Rp 11 triliun pada 2025 dan Rp 10 triliun pada 2026. Untuk 2027, pemerintah menetapkan pagu sebesar Rp 11,52 triliun.

Meutya memastikan efisiensi anggaran tersebut tidak akan mengganggu pencapaian target kinerja kementerian di sektor digital. “Ada tren yang menunjukkan upaya efisiensi yang kuat, namun insyaallah nanti pencapaiannya tidak terganggu,” kat Meutya dalam Rapat kerja dengan Kementerian Komdigi dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (1/9).

Menurutnya, komitmen efisiensi juga tercermin dari tingkat penyerapan anggaran yang terus meningkat. Realisasi anggaran Kementerian Komdigi mencapai 89,84% pada 2023, kemudian naik menjadi 92,65% pada 2024, dan mencapai 94,95% pada 2025.

Pada 2026, realisasi anggaran hingga 28 Agustus telah mencapai 60,49%. Kementerian Komdigi menargetkan penyerapan anggaran sekitar 95% hingga akhir tahun.

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...