Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Terbatas Konflik Timur Tengah

Image title
3 September 2026, 09:37
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Bank Indonesia tetap memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen agar tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Bank Indonesia tetap memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen agar tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (3/9). Merujuk pemberitaan Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.740 per dolar AS menguat 0,15% atau 27 poin.

Pantauan Katadata hingga pukul 09.07 rupiah bergerak kian menguat berada di level Rp 17.714 per dolar AS naik 0,28% atau 50 poin. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup melemah 19 poin ke level Rp 17.763 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sempat melemah hingga 35 poin ke level Rp 17.763 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 17.744 per dolar AS. Nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Penguatan rupiah berpotensi ditopang pelemahan dolar AS setelah data ketenagakerjaan sektor swasta AS menunjukkan perlambatan.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan dolar AS terkoreksi setelah data pekerjaan AS, khususnya laporan ADP, menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pekerjaan AS - ADP yang lebih lemah," ujar Lukman.

Merujuk pemberitaan Reuters, data ADP menunjukkan perusahaan swasta AS hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus 2026. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi ekonom sebesar 47.000 pekerjaan dan menjadi pertumbuhan pekerjaan terlemah sejak Januari. 

Meski demikian, Lukman memperkirakan penguatan rupiah tidak akan berlangsung terlalu jauh. Menurutnya, eskalasi konflik di Timur Tengah dan tingginya harga minyak mentah dunia masih menjadi faktor yang membatasi penguatan mata uang Garuda.

"Namun penguatan akan terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang tinggi," kata Lukman.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi perhatian pasar karena berpotensi mengganggu pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.650-Rp 17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...