Rupiah Diproyeksikan Melamah, Harga Minyak Dunia dan Rapat The Fed Jadi Sorotan

Image title
16 September 2026, 09:33
Seorang warga menukarkan uang rupiah layak edar pada layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026). Bank Indonesia menyediakan layanan tersebut untuk memudahkan masyarakat, khususnya pedagang, menukarkan uang
ANTARA FOTO/Akbar Tado/tom.
Seorang warga menukarkan uang rupiah layak edar pada layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Baru Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026). Bank Indonesia menyediakan layanan tersebut untuk memudahkan masyarakat, khususnya pedagang, menukarkan uang pecahan kecil, menarik uang lusuh atau rusak, serta mengedukasi masyarakat agar merawat fisik Rupiah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (16/9) bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Merujuk Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.696 per dolar AS melemah 0,01% atau 2 poin.

Pantauan Katadata hingga pukul 09.15 rupiah kian melemah berada di level Rp 17.725 per dolar AS turun 0,18% atau 31 poin. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.694 per dolar Amerika Serikat (AS).

Situasi ini membuat rupiah melemah 0,14% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.669 per dolar AS. Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (16/9). 

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia menjadi sentimen yang membebani pergerakan rupiah. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada hasil FOMC The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam waktu Indonesia.

Keputusan suku bunga dan sinyal kebijakan moneter bank sentral AS akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah dolar AS dan rupiah dalam perdagangan berikutnya.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS, di tengah imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia yang masih terus naik memicu antisipasi investor akan sikap hawkish the Fed pada FOMC malam ini," kata Lukman.

Menurut Lukman, ekspektasi terhadap sikap hawkish The Fed dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi memberikantekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan tekanan eksternal terhadap negara importir minyak. Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...